Oleh: Su Fei

Sejak lahirnya domba kloning pertama di dunia Dolly, orang-orang semakin tertarik dengan teknologi kloning, namun apa sebenarnya yang dimaksud dengan kloning, dan apa makna yang tersirat dari kloning itu sendiri?

Jika ada sesosok makhluk yang sama dengan anda dari hasil kloning, maka sosok itu akan menggantikan posisi anda, dan pada saat demikian, hanya jiwa Anda sendiri yang tahu bahwa Andalah sosok yang sebenarnya, tapi sudah terlambat.

Sebelumnya pernah dipublikasikan sebuah artikel berisi komentar terkait kloning dalam jurnal “Nature.” Menurut para fisikawan, bahwa tidak mungkin menghasilkan kloning yang sepenuhnya sama, tidak peduli apakah itu objek hidup atau tak bernyawa. Menurut prinsip fisika, jika ingin menyalin atau membuat duplikat partikel yang sama persis, kecuali partikel primer ini dimusnahkan, jika tidak, maka partikel baru hasil salinan itu mustahil mencapai keadaan yang sama persis dengan partikel aslinya, kedua partikel ini tidak mungkin bisa hidup berdampingan.

Fisikawan dari VU University Amsterdam, Belanda, mengonfirmasikan bahwa teori the “nocloning theorem” juga berlaku untuk multi-sistem klasik. Mereka menemukan bahwa mustahil menyalin sebuah sistem yang sama persis dengan sistem yang asli, jika disalin atau dibuat duplikatnya, itu akan mengacaukan sistem aslinya, artinya bukan lagi sistem aslinya semula.

Dalam artikel disebutkan bahwa berdasarkan prinsip itu, kloning biologis juga mustahil bisa membuat sesosok individu yang persis sama dengan aslinya, status dan penyebaran partikel di dalam individu baru itu sangat jauh berbeda dengan tubuh induknya, karena itu, fisikawan sama sekali tidak mengakui keberadaan kloning yang sebenarnya.

Banyak orang tertarik dengan teknologi kloning dan hewan hasil kloning, karena mereka merasa bisa menciptakan sesosok “aku” yang sama persis dengan pribadi mereka melalui teknologi ini.

Ditilik dari kesimpulan fisikawan, bahwa meskipun hasil kloning menciptakan sesosok pribadi yang sama dengan anda, namun, sosok itu bukan Anda yang sebenarnya, tapi justru kemungkinan Anda akan dimusnahkan, karena sosok itu ingin menduduki posisi/ status Anda. Hasil kloning manusia menggantikan sosok pribadi yang sebenarnya, sementara gen tidak bisa mendeteksi siapa anda yang sesungguhnya, hanya jiwa Anda sendiri yang tahu bahwa Andalah sosok yang sebenarnya, tapi sudah terlambat.

Banyak orang tertarik dengan teknologi kloning dan hewan hasil kloning, karena mereka merasa bisa menciptakan sesosok “aku” yang sama persis dengan pribadi mereka melalui teknologi ini. Mereka sangat penasaran dan ingin tahu apa jadinya jika ada dua sosok “Aku” di dunia? Saya yakin, tak seorangpun ingin berperan seperti dalam film fiksi atas individu masing-masing.

Selain itu, kloning merupakan suatu proses yang berbahaya. Setengah dari hewan yang berhasil di-clone akan mati dalam setahun sedangkan yang hidup akan menderita gangguan kesehatan. Sehingga beberapa ilmuwan mengatakan bahwa kloning merupakan jalan menuju penyakit yang abadi.

Sampai sekarang para ilmuwan masih mempunyai pendapat yang berbeda-beda mengenai boleh-tidaknya kloning terhadap manusia. Tapi banyak ilmuwan yang masih melakukan eksperimen kloning terhadap manusia, walaupun dengan diam-diam.

Hasil kloning manusia menggantikan sosok pribadi yang sebenarnya. Sementara gen tidak bisa mendeteksi siapa anda yang sesungguhnya, hanya jiwa Anda sendiri yang tahu bahwa Andalah sosok yang sebenarnya, tapi sudah terlambat. (secretchina/joni/rmat)

Share

Video Popular