Erabaru.net. Jam biologis merupakan suatu “jam” yang tak berbentuk, yang ada di dalam tubuh suatu organisme, adalah irama sirkadian yang melekat dalam aktivitas kehidupan organism.

Ketika irama sirkadian yang normal dalam tubuh manusia mengalami perubahan, hal ini biasanya merupakan sinyal bahaya atau pertanda suatu penyakit.

Jam biologis dikendalikan oleh bagian otak yang disebut Suprachiasmatic Nucleus (SCN), saat tidur, bangun, ritme suhu tubuh, keseimbangan cairan, dan pola makan dan sebagainya semuanya dipengaruhi oleh jam biologis.

Jika tiba-tiba melanggar waktu istirahat dari ritme sirkadian, seseorang akan merasa lelah, lesu, tidak semangat dan sebagainya.

Jam biologis mempengaruhi tidur melalui melatonin

Jam biologis pada tubuh manusia, adalah ritme biologis yang berulang dalam rentang waktu kurang lebih 24 jam yang dipengaruhi oleh faktor eksternal terutama gelap-terang (siang-malam) dari ritme siklus malam.

Ritme sirkadian yang mengingatkan seseorang kapan waktunya tidur dan bangun melalui melatonin.

Melatonin adalah sejenis hormon endokrin dalam tubuh manusia, yang membantu tubuh untuk tertidur dan menjaga kondisi tidur.

Pada siang hari, cahaya yang terang akan mengirim sinyal ke tubuh, untuk menurunkan melatonin agar siuman dari tidur.

Faktor yang mempengaruh jam biologis :

Jet Lag (zona waktu berbeda)

Terbitnya Matahari dari ufuk timur hingga terbenam ke ufuk barat dan rotasi Bumi, sehingga membuat waktu di setiap negara tidak sama.

Ketika kita berkunjung ke suatu negara, kita melintasi zona waktu yang berbeda, tapi jam biologis masih tetap berada di zona waktunya semula, tidak bisa seketika menyesuaikan waktunya, imbasnya akan mengganggu atau mengacaukan jam biologis tubuh, sehingga terjadi jet lag.

Mengubah perubahan waktu tidur

Waktu pagi dan malam pada komunitas “pekerja shif malam” terbalik, sehingga jam biologis pada ritme sirkadian siang – malam tubuh yang normal itu menjadi terganggu, dan ini akan mengganggu secara fisiologis.

Jika perlu bekerja pada malam hari, maka jam biologis perlu diatur ulang, agar mereka dapat tidur di siang hari.

Lingkungan tidur

Banyak faktor yang memengaruhi tidur seseorang, dan faktor lingkungan adalah salah satunya, cahaya dan kebisingan dapat mempengaruhi tidur.

Beberapa studi terkait menyebutkan bahwa tidur dalam keadaan lampu menyala dapat memengaruhi sekresi normal dari melatonin, merusak mekanisme alami dari dari persepsi tubuh atas irama sirkadian siang –malam, yang keliru mengira bahwa sekarang masih bukan waktunya untuk tidur, sehingga mempengaruhi kualitas tidur.

Alkohol

Jelang tidur menenggak sedikit minumam beralkohol, dan dalam keadaan mabuk ringan, mungkin akan terasa lebih mudah tertidur, namun bagi mereka yang lebih banyak menenggak minunam beralkohol menjelag tidur, kerap akan terjaga saat tidur, sehingga mempengaruhi kualitas tidur.

Penyakit dan obat

Sejenis penyakit dan obat-obatan tertentu dapat mempengaruhi tidur, seperti misalnya demensia, cedera pada tempurung kepala, masa pemulihan dari koma dan kecemasan ekstrim, selain itu obat-obatan yang mempengaruhi sistem saraf pusat juga dapat mempengaruhi tidur. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular