Kyodo News Jepang melaporkan bahwa Departemen Pertahanan AS sedang meningkatkan kewaspadaan terhadap rencana uji coba peluncuran rudal balistik jenis Musudan (jarak jangkauan 2.500 – 4.000 km) menyusul peluncuran rudal jenis Nodong (jarak jangkauan 1.300 km) yang jatuh ke perairan di wilayah Zona Identifikkasi Pertahanan Udara Jepang beberapa hari lalu.

Dilaporkan bahwa rudal Korea Utara itu mungkin akan melintasi udara kepulauan Jepang dan jatuh di perairan Lautan Pasifik. Di atas kapal perusak Aegis, militer AS bersama Pasukan Beladiri Jepang sedang secara aktif mengumpulkan data yang diperlukan dalam upaya untuk mengintersepsi rudal Korut itu.

Perbedaan dari kedua jenis rudal buatan Korut antara Nodong dengan Musudan itu adalah, Nodong dipakai untuk menyerang wilayah Jepang, sedangkan Musudan untuk menyerang AS. Bila terjadi perkembangan mendadak di Semenanjung Korea, maka pangkalan militer AS di Guam yang masuk ke dalam radius jangkauan rudal akan dengan mudah diserang.

April 2013, Korea Utara mengarahkan peluncur rudal Musudan ke perairan Jepang yang mendorong AS untuk menempatkan sistem penangkal rudal mereka THAAD di Pangkalan militer Guam. Ketegangan sempat terjadi kala itu walau akhirnyaa rezim Korut tidak meluncurkan rudal. Sejak saat itu THAAD terus berada di sana sampai sekarang.

Sama juga dengan Nodong, rudal jenis Musudan juga diluncurkan melalui kendaraan. Rudal balistik jenis ini hampir mirip dengan SS-N-6 buatan Rusia pada jaman Uni Soviet. Dinamakan Musudan buatan Korut setelah dilakukan sedikit modifikasi. Menurut pemerintah Korea Selatan, Musudan sudah dikerahkan ke medan pertempuran sejak 2007 walaupun sama sekali belum pernah dilakukan pengujiannya.

Rudal balistik antar benua KN-08 juga sedang dikembangkan oleh Korea Utara. Tetapi sejumlah ahli rudal dunia percaya bahwa itu masih belum saatnya bisa diluncurkan. Kalau uji coba peluncuran Musudan ini sampai menemui kegagalan, maka pemerintah Korea Utara akan menghadapi resiko dicap dunia sebagai “Besar Mulut daripada Kemampuan.” (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular