Presiden Jerman, Joachim Gauck yang baru pertama kali melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok pada Senin (21/3/2016) malam menemui delegasi yang terdiri dari kelompok aktivis dan pengacara HAM Tiongkok di dalam gedung Kedutaan Jerman untuk Tiongkok di Beijing. Kabarnya, pertukaran pendapat  terutama membahas isu-isu tentang hukum, hak asasi manusia dan agama.

Rombongan Presiden Joachim Gauck yang terdiri dari 60 orang tiba di Beijing pada Minggu (20/3/2016) untuk memulai kunjungan resmi selama 5 hari. Perjalanan ini merupakan yang pertama kalinya Joachim mengunjungi Tiongkok. Presiden Xi Jinping bertempat di gedung Balai Agung Rakyat pada Senin (21/3/2016) siang telah menyambut kedatangan Joachim beserta rombongannya. Hari itu juga, Perdana Menteri Li Keqiang mengadakan pembicaraan dengan mereka.

Sesuai dengan jadwal yang sudah disetujui lebih dahulu, Joachim juga akan mengadakan pertemuan dan dialog langsung dengan para seniman, penulis, organisasi keagamaan dan perwakilan non pemerintah lainnya.

Dilaporkan oleh media Hongkong bahwa Presiden Joachim pada Senin (21/3/2016) malam mengadakan resepsi di Kedutaan Besar Jerman di Beijing, dan putra dari wartawan independen Gao Yu yang divonis dengan hukuman percobaan oleh pengadilan Partai Komunis Tiongkok/ PKT, dua orang Pengacara HAM bernama Mo Shaoping dan Tang Baojun juga turut diundang. Joachim sendiri bahkan cukup lama untuk membahas masalah HAM dan aturan hukum Tiongkok langsung dengan kedua pengacara tersebut.

Gao Yu yang masih ‘menjalani‘ hukuman memposting dalam micro-channel milik temannya beberapa foto anaknya Zhao Ming yang menghadiri resepsi dan berfoto bersama dengan Presiden Joachim.

Dalam pembicaraan kepada media Ming Pao seusai pertemuan itu, Pengacara HAM Mo Shaoping mengatakan bahwa pembahasan dengan presiden Jerman itu berlangsung hingga tengah malam.  Joachim menaruh perhatiaannya pada status sosial di Tiongkok dan menjadi relatif lebih mudah dalam memahami kondisi Tiongkok karena ia pernah hidup di Jerman Timur. Joachim sendiri bahkan adalah seorang yang getol mengganti komunisme, juga aktivis, teolog di masa pemerintah Jerman Timur belum jatuh. (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular