Erabaru.net. Dalam ilmu gizi, gula dikenal juga sebagai karbohidrat, adalah nutrisi penting yang mutlak dibutuhkan tubuh manusia.

Namun, dalam jurnal Nature yang pernah dipublikasikan para ahli Amerika menyebutkan, bahwa gula merupakan ancaman kesehatan publik yang terbesar dalam sejarah.

Gula ibarat sejenis tembakau, yang tidak ada bedanya dengan bunuh diri jika sudah banyak terserap di dalam tubuh.

Sebuah studi baru di jurnal Obesity yang dipublikasikan para ahli medis Amerika menyebutkan, bahwa dengan tidak mengonsumsi gula selama 10 hari berturut-turut, tubuh Anda akan mengalami perubahan yang menggembirakan.

Asupan gula yang berlebihan dapat memicu naiknya “kolesterol jahat” dan trigliserida, memicu terjadinya penyakit jantung, diabetes, bahkan meningkatkan risiko penyakit perlemakan hati, kanker kolorektal, kanker hati, kanker payudara dan risiko penyakit fatal lainnya. Mungkin dalam kehidupan sehari-hari, Anda sudah semaksimalnya mengendalikan minuman atau makanan manis, namun, masih banyak kandungan “gula tersembunyi” dalam lingkungan hidup kita sehari-hari yang perlu diperhatikan.

Tiga jenis kandungan gula tersembunyi

Pertama, keripik kentang, udang dan kopi instan, pasta wijen dan makanan/minuman yang dikombinasi, ini semua merupakan makanan dengan gula tambahan yang tersembunyi.

Makanan-makanan ini mengandung banyak gula, tapi tidak mengandung serat makanan, sehingga tidak bisa menekan naiknya gula darah.

Kedua, biskuit, roti dan kue tart juga mengandung gula. Per 100gr roti mengandung sekitar 10 ~ 20gr gula, tidak termasuk kadar pati dari tubuh itu sendiri.

Ketiga, dalam resep makanan ala Tionghoa, gula merupakan bumbu penting yang mutlak diperlukan.

Seperti misalnya iga daging saus bakar, ikan tumis saus kecap, daging semur dan sebagainya, dimana semua makanan itu mengandung sekitar 25 – 50 gram gula.

5 trik menurunkan gula

Banyak penelitian dalam beberapa tahun terakhir ini menemukan, bahwa asupan gula yang berlebihan banyak mudaratnya bagi kesehatan tubuh, misalnya mudah menyebabkan kelelahan fisik, daya ingat menurun, memicu kegemukan, sindrom tiga tinggi (gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi), kerusakan gigi, sekresi asam lambung bahkan membantu pertumbuhan sel kanker dan sebagainya.

Menurut rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), asupan harian karbohidrat sebaiknya cukup 5% dari total kalori, jika dihitung dengan asupan 1.800 kkal per hari, berarti hanya sekitar 22.5 gram asupan gula.

Apabila Anda ingin menurunkan kadar gula, anda harus lebih dulu membuat perasa pada lidah Anda itu menjadi hambar. Mudah-mudahan lima trik berikut ini dapat membantu Anda menurunkan kadar pada gula :

1. Minum air putih campur irisan buah

Air putih dicampur dengan irisan buah, adalah air detoks buatan sendiri yang sangat populer. Misalnya : tambahkan irisan lemon, jeruk, apel, atau jeruk limau dan jenis buah lainnya.

Aroma atau rasa manis alami dari irisan buah itu akan terasa, dan ini dapat menggantikan minuman manis pada umumnya, sehingga secara perlahan-lahan dapat mencairkan cita rasa pada lidah anda.

2. Jus sayuran sebagai pengganti softdrink (minuman ringan)

Jika ingin minum minuman manis, dianjurkan sebaiknya pilihlah gula alami sebagai pengganti gula buatan, misalnya jus wortel dicampur dengan apel atau jus buah atau sayur lainnya, bukan saja mengandung β- karoten dan lutein atau nutrisi antioksidan, tapi juga mengandung serat yang dapat mendorong proses pencernaan.

3. Hindari atau kurangi makanan yang merangsang saraf (beraroma tajam)

Selain makanan manis, makanan yang merangsang saraf atau beraroma tajam seperti makanan pedas atau makanan terlalu asin dan sejenisnya itu akan membuat cita rasa Anda semakin tajam, yang dapat memicu hilangnya nafsu makan Anda terhadap makanan dengan cita rasa ringan.

4. Bumbu beraroma tajam-pedas alami

Saus lada pedas, tahu yang difermentasi, tepung kacang, saus tomat dan produk olahan lainnya itu mengandung garam natrium dan gula yang cukup tinggi.

Disarankan sebaiknya gunakan bahan alami yang bisa membantu sirkulasi tubuh dan kaya akan antioksidan, utamakan bahan alami lain seperti misalnya lada hitam, bubuk kunyit, bawang putih dan rempah-rempah lainnya.

5. Ganti makanan manis dengan makanan asin

Jika biasanya selalu makan atau mengemam permen, makan kue, dianjurkan sebaiknya ganti makanan manis Anda itu dengan makanan asin, atau makanan alami yang bercita rasa manis, misalnya telur tim, ubi jalar dan makanan alami lainnya, hal ini untuk menghindari terlalu banyak asupan gula halus.

Bagi mereka yang suka dengan makanan manis, memang sangat sulit untuk bisa berhenti atau sama sekali tidak menyentuh makanan manis, tapi coba praktekkan cara-cara seperti tersebut di atas, biarkan cita rasa Anda itu secara perlahan-lahan menjadi hambar (tidak selalu bergantung pada makanan manis), sehingga dalam proses mengurangi gula ini juga akan jauh lebih mudah bertahan sampai Anda terlepas dari ketergantungan gula.(Epochtimes/Jhn/Yant)

Share

Video Popular