Oleh Zheng Xiaohan

Tersangka utama serangan teror Paris, Salah Abdeslam ditangkap dalam suatu penggerebekan polisi di Brussel Belgia pada Jumat (18/3/2016). Senin (21/3/2016) kemudian, video saat penangkapan itu, beredar di internet.

Dari video terlihat bahwa polisi yang sedang bersembunyi di bagian luar sebuh bangunan tempat tinggal langsung meringkus Salah yang berjalan keluar dengan maksud untuk meninggalkan tempat persembunyiannya. Salah langsung berlari begitu melihat polisi yang akan menyergapnya. Dalam video itu terlihat pula seorang pria dengan celana berwarna abu-abu yang ikut tertangkap.

Salah Abdeslam dituduh oleh otoritas Belgia sebagai tersangka utama serangan teror Paris dan terlibat dalam organisasi terorisme. Presiden Prancis Holland sudah menyampaikan surat permohonan kepada pemerintah Belgia untuk mengekstradisi yang bersangkutan guna diadili di Prancis.

Menurut laporan BBC, pengacara Salah, Sven Mary menyampaikan, Salah tidak bungkam dalam mengahadapi introgasi kepolisian tetapi cukup membantu. Mary juga mengeluarkan pernyataan yang membantah isu yang beredar di media bahwa Salah Abdeslam justru banyak memberikan informasi rahasia kepada kepolisian dengan maksud untuk memperoleh keringanan hukuman.

Seorang jaksa Belgia pada Senin (21/3/2016) mengatakan, meskipun pihak berwenang telah menemukan banyak petunjuk tentang serangan Paris, namun untuk mendapatkan sebuah gambaran yang menyeluruh, masih membutuhkan beberapa waktu untuk dikerjakan.

Kejaksaan Belgia juga menyampaikan bahwa seorang rekan Salah yang bernama Najim Laachraoui (24), hingga kini masih dalam pengejaran polisi. Ia dipastikan terlibat dalam serangan Paris berdasarkan hasil tes DNA yang ditemukan polisi. Dan yang bersangkutan pernah berkunjung ke Suriah pada Februari 2013. Namun demikian, mereka tidak mengungkapkan kewarganegaraannya.

Salah Abdeslam bersama rekan-rekan komplotan teroris pada 13 November tahun lalu melakukan pengeboman di Paris, yang menyebabkan 130 orang tewas dan lebih dari 400 orang lainnya mengalami luka-luka. Salah merupakan satu-satunya pelaku yang batal meledakkan diri dan memilih melarikan diri setelah melakukan kejahatan. Ia kemudian dijadikan sebagai pelaku kejahatan yang paling dicari di benua Eropa.

Media RFI mengutip ungkapan Jaksa Francois Molins pada Senin (21/3/2016) melaporkan bahwa Salah Abdeslam merupakan aktor penting dalam peristiwa pemboman di Paris. Ia mengambil bagian dalam penerimaan para militan Islam yang tiba di Eropa, mempersiapkan kebutuhan material untuk serangan, termasuk pembelian bahan untuk membuat sabuk yang digunakan untuk menyimpan bahan-bahan peledak. Ia menyewa sebuah tempat tinggal di daerah pinggiran Paris, juga kendaraan pengangkut para pelaku bom bunuh diri ke Bataclan Theatre dan sebagainya.

Saat ini, rincian tentang penangkapan Salah sudah banyak diungkapkan oleh pihak berwenang. AFP mengutip sumber yang dekat dengan penyelidik kasus memberitakan bahwa berawal dari melihat seorang wanita dari rumah yang dicurigai polisi yang sedang melakukan pengintaian, keluar pintu untuk membelikan 5 buah makanan pizza berukuran besar untuk 3 orang yang menghuni. Anggota polisi memastikan ada Salah di dalam rumah yang disewa itu. Penggerebekan pun langsung dilakukan.

Presiden Hollande pada Senin sore menemui keluarga para korban serangan Paris di Istana Elysee. Delegasi berharap kepada presiden untuk memberikan jawaban yang menyeluruh atas pertanyaan yang mereka ajukan. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular