- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Diperkirakan Sejuta Orang Terkena Tuberkulosis Tiap Tahun

Oleh: R. Pudiyanto

Hari ini, Kamis (24/3/2016) tepat diperingati sebagai World Tuberculosis Day atau Hari Tuberkulosis Sedunia. Tuberkuloasis (TB), penyakit yang bergejala utama batuk-batuk di Indonesia sering dikenal masyarakat dengan sebutan TBC. Jumlah penderita per tahunnya, menurut data Balitbang Kementerian Kesehatan RI, diperkirakan ada 1 juta orang di Indonesia terkena TB setiap tahunnya.

Data dari sumber yang sama, ada sekitar 324.000 kasus, dapat ditemukan dan diobati. Sementara ada kesenjangan sekitar 676.000 kasus dan merupakan sumber penularan di lingkungannya. Jumlah di atas menunjukkan angka yang tidak kecil.

Dr. Asik Surya MPPM, selaku Ditjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebutkan fakta yang cukup mengejutkan tentang pengetahuan, sikap dan perilaku warga masyarakat. Dalam angka prosentase menyebutkan fakta menarik tentang kondisi TB di dalam negeri.

  1. 22% orang tidak mengetahui dengan benar tentang gejala TB.
  2. 27% orang tidak mengetahui bahwa penyakit TB dapat disembuhkan.
  3. 81% orang tidak mengetahui bahwa obat-obatan TB gratis.

Data dari  Balitbang Kementerian Kesehatan RI itu, menyiratkan bahwa titik rawan masyarakat akan terjangkit TB yang berpotensi meningkat.

Keterangan gambar: Dr. Asik Surya MPPM, selaku Ditjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI saat acara workshop memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia di Balitbang Kemenkes Jl Percetakan Negara, No.29, Jakarta Pusat pada Selasa (22/3/2016). (foto R. Pudiyanto) [1]
Keterangan gambar: Dr. Asik Surya MPPM, selaku Ditjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI saat acara workshop memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia di Balitbang Kemenkes Jl Percetakan Negara, No.29, Jakarta Pusat pada Selasa (22/3/2016). (foto R. Pudiyanto)

“Sebagian besar kuman TB menyerang paru-paru, tetapi dapat juga mengenai organ ataupun bagian tubuh  lainnya, seperti tulang, kelenjar, kulit dan lain-lain,” kata Dr. Asik Surya MPPM, Ditjen P2P Kemenkes RI saat menjadi narasumber di acara workshop  memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia di Balitbang Kemenkes Jl Percetakan Negara, No.29, Jakarta Pusat pada Selasa (22/3/2016).

Untuk diketahui Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman TB, Mycobacterium Tuberculosis. Penularannya melalui udara, seperti saat berbicara, batuk dan bersin. Apalagi batuk disertai dahak. Gejala utamanya adalah batuk yang lebih dari 2-3 minggu. Kuman TB dapat menyerang siapa saja, terutama usia produktif 15-50 tahun bahkan anak-anak.

“Gejala utama TB adalah batuk lebih dari 2-3 minggu,” kata Dr. Telly Kamelia, SpPD, KP, Divisi Pulmonologi-Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/ RSCM, narsum di acara yang sama.

TB dapat disembuhkan dan bukan penyakit keturunan apalagi penyakit dari guna-guna ataupun kutukan. Untuk penanganan penderita TB, diagnosanya membutuhkan waktu 3 bulan. Pengobatannya membutuhkan waktu 24 bulan, dengan multiple drugs dan injeksi setiap hari selama 8 bulan.

“Yang perlu diingat adalah pengobatan TB harus sampai tuntas agar tak kambuh di kemudian hari, serta semangat yang besar untuk sembuh,” kata Dr. Telly.

Risiko bila pengobatan tidak tuntas, akan memunculkan masalah TB kebal obat yang disebut Multi Drugs Resisten/ MDR. Dan apabila kasus MDR tak ditangani tuntas juga maka dapat berkembang menjadi XDR, Xtra Drugs Resisten. Tentu saja penanganannya lebih sulit dan butuh waktu lebih lama.  Selamat Hari Tuberkulosis Sedunia 2016. (rmat)