Erabaru.net. Bawang putih bisa secara efektif mengatur sistem kekebalan tubuh, menghambat saluran dari serangan bakteri, jamur, virus dan infeksi lain terhadap tubuh.

Bawang putih tidak hanya bisa secara langsung membunuh bakteri, tetapi juga mampu melawan virus, dan efektif melawan infeksi jamur.

Oleh karena itu, bawang putih juga dikenal sebagai “Antibiotik yang tumbuh dari tanah”.

Penggunaan antibiotik secara besar-besaran dapat menyebabkan resistensi obat dan dysbacteriosis (gangguan kuantitatif dan kualitatif keseimbangan mikroba dalam usus), oleh karena itu, departemen kesehatan menerapkan aturan yang ketat terhadap penggunaan antibiotik, tapi tidak terhadap penggunaan produk bawang putih.

Bawang putih bisa berefek sebagai antibiotik, namun, tidak akan memicu efek samping antibiotik, juga tidak akan menyebabkan resistensi obat.

Mengaktifkan sel kekebalan

Saat kita memasuki usia parobaya, sel-sel kekebalan tubuh secara bertahap akan berkurang, vitalitas menurun, dan sistem kekebalan juga secara relatif akan menurun, ini sangat rentan diserang bakteri dari luar lalu memicu timbulnya penyakit. Substansi bawang putih terutama bawang putih utuh (semua zat efektif yang terkandung di dalamnya), dimana dari semua zat aktifnya itu mampu merangsang sel-sel kekebalan tubuh, sehingga membuat mereka menjadi lebih aktif, dan merangsang serta mengatur perkembangbiakan volume sel kekebalan tubuh.

Dengan mengonsumsi bawang putih dalam jangka waktu panjang dapat mendorong internal tubuh mempertahankan sebuah “barisan sel kekebalan” yang kuat.

Mengapa bawang putih bisa menjadi raja obat anti-kanker alami ?

The German Cancer Society menginvestasikan dana sebesar 22,5 juta dollar AS, untuk mengembangkan program “makanan khusus”, dan peringkat pertama dalam program tersebut adalah bawang putih.

Sementara di Amerika Serikkat, di mana dalam “program pengembangan obat alami” yang didukung pemerintah itu, bawang putih juga berada di urutan pertama sebagai obat anti-kanker alami.

Sejumlah besar penelitian membuktikan :

Alisin, senyawa organosulfur yang terkandung dalam bawang putih dapat menghambat atau menekan karsinogen (zat penyebab kanker)— menghambat pembentukan nitrosamine, memangkas bahaya dari bahan kimia beracun, logam berat dan racun lainnya serta karsinogen penyebab kanker.

Sulfur amino acid atau asam amino bersulfur dari bawang putih dapat mengaktifkan musuh alami tumor yakni makrofag (sel darah putih yang menelan dan mencerna pathogen), yang mengelilingi sel-sel kanker, dan membuatnya hancur atau merangsang tubuh untuk menghasilkan interferon anti-kanker, meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan kanker.

Selain itu, allicin juga dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, dapat membunuh sel-sel kanker hati, sel kanker nasofaring, sel kanker lambung dan sel leukemia dan sebagainya. (Secretchina/Jhn/Yant)

Share

Video Popular