Oleh: Lin Cong Wen

Para ilmuwan dari York University Kanada, baru-baru ini menemukan angin ultraviolet tercepat alam semesta di sekitar lubang hitam, dengan kecepatan angin lebih dari dua ratus juta km / jam, ini setara dengan seperlimanya kecepatan cahaya.

Dengan bantuan teleskop kembar Gemini Observatory yang berlokasi di Hawaii dan Chile, para peneliti berhasil mengamati angin dahsyat dengan panjang gelombang cahaya ultraviolet. Kecepatan anginnya lebih dari dua ratus juta km / jam, atau memiliki kecepatan sekitar 20 persen dari kecepatan cahaya, ini setara dengan badai kategori 77.

Sekadar catatan, angin di angkasa tidak sama dengan angin di Bumi. Angin di Bumi merupakan udara yang terbentuk seiring dengan tekanan di permukaan Bumi dan perbedaan suhu, sedangkan angin di angkasa sebenarnya adalah arus energi, seperti misalnya arus plasma yang dipancarkan matahari akan membentuk badai angin matahari yang kuat.

Sementara angin Quasar adalah angin dalam bentuk lain di ruang angkasa, dan para astronom sebetulnya telah mengetahui tentang keberadaan angin quasar ini sejak akhir 1960-an—setidaknya satu dari empat quasar yang teramati di alam semesta sudah diketahui sejak saat itu.

Quasar (quasi-stellar radio sources) adalah cakram gas panas yang terbentuk di sekitar lubang hitam supermasif yang berada di pusat massif galaksi. Quasar bahkan berukuran lebih besar dari orbit bumi saat mengelilingi matahari dengan suhu yang lebih panas dari permukaan matahari. Sementara cahaya yang dihasilkannya juga bisa diamati di segenap alam semesta yang telah diketahui.

Lubang hitam memiliki massa yang mencapai miliaran kali lebih besar dari matahari, hal ini dikarenakan mereka melahap tanpa henti materi apapun yang ada di dekatnya, namun, ketika materi masuk ke pusaran lubang hitam, sebagian akan terhempas oleh panas dan cahaya quasar, dan inilah angin yang berhasil diamati para ilmuwan.

“Kami tidak hanya mengonfirmasi angin ultraviolet tercepat yang pernah ada, tetapi juga menemukan sebuah angin baru dalam quasar yang sama, yang bergerak lebih lambat, pada kecepatan 140 juta kilometer per jam. Kami berencana untuk tetap memantau quasar ini untuk melihat apa yang terjadi selanjutnya,” kata Patrick Hall, salah satu astronom yang terlibat.

Mengapa penting untuk mengetahui angin ruang angkasa berembus pada kecepatan yang hampir tidak bisa dipahami?

Angin quasar sangat penting untuk pembentukan galaksi, dan cara mereka berperilaku dapat memberi tahu kita banyak hal tentang materi apa yang berakhir di sebuah galaksi atau tata surya.

Sederhana saja. Jika bukan karena angin quasar yang memancar keluar dari lubang hitam supermasif  Bima Sakti, Bumi kita akan menjadi jauh lebih berbintang.

Angin quasar memiliki peran penting dalam pembentukan galaksi, berperan sebagai pelempar materi yang mencegah terbentuknya bintang.

Jika angin tersebut tidak ada atau kurang kuat, kita akan melihat bintang-bintang yang jauh lebih banyak di galaksi,” pungkas Jesse Rogerson, astrofisikawan dari York University, Kanada.

Para peneliti mengatakan, bahwa hasil penelitian ini menegaskan angin quasar tercepat yang pernah tercatat dalam sejarah. Mereka yakin masih ada angin quasar yang lebih cepat, yang menanti untuk dijelajahi lebih lanjut. (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular