Banyak yang tahu bahwa merokok memiliki risiko yang tinggi sebagai penyebab kanker paru-paru. Namun sebuah studi di AS mengungkapkan, bahwa asupan gula dan pati yang berlebihan juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru, demikian juga dengan mereka meski tidak merokok sekalipun.

Dalam penelitian terkait, peneliti dari University of Texas MD Anderson Cancer Center, AS, melakukan penelitian terhadap1.905 pasien yang didiagnosa kanker paru-paru dan membandingkan hasilnya dengan 2.415. Peneliti menanyakan tentang pola makan dan kebiasaan merokok mereka serta faktor lainnya.

Dan dari hasil studi tersebut, peneliti menemukan adanya risiko yang lebih tinggi terhadap kanker paru-paru pada pasien yang gemar mengonsumi makanan indeks glikemik tinggi. Indeks glikemik mengacu pada makanan yang dapat mendorong naiknya gula darah dan sekresi insulin, seperti : bagel, nasi putih, dan buah-buahan tertentu.

Statistik menunjukkan bahwa jika yang dikonsumsi itu merupakan makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi, maka kemungkinan mereka menderita kanker paru-paru itu akan jauh lebih tinggi dibanding dengan mereka yang mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah.

Bagi mereka yang tidak pernah merokok tetapi mempunyai indeks glikemik tinggi berisiko dua kali lebih tingi menderita kanker paru-paru. Sedangkan bagi perokok tetapi mempunyai indeks glikemik yang rendah faktor risikonya hanya meningkat sebesar 31%. Jenis makanan dengan indeks glikemik rendah yaitu seperti : kacang-kacangan, buah-buahan (tidak termasuk buah kering), sayuran, biji-bijian utuh seperti havermut.

Sebuah riset yang di rilis oleh Dailymail menyebutkan bahwa risiko terkena kanker paru-paru juga meningkat pada mereka yang suka mengonsumsi makanan dengan indeks glikemiks tinggi, yaitu makanan yang cepat diolah oleh tubuh sehingga dapat menyebabkan kenaikan kadar gula darah secara cepat. Jenis makanan dengan indeks glikemik tinggi seperti kentang, nasi putih, gula, roti putih, minuman soda dan manis

Penelitian terbesar yang menyelidiki hubungan antara indeks glikemik dan kanker paru-paru ini di terbitkan dalam jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention. Ini juga menunjukkan hubungan yang erat antara indeks glikemik dan risiko kanker paru-paru pada kelompok orang yang tidak pernah merokok

Para peneliti tidak tahu mengapa makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat menyebabkan kanker paru-paru, tetapi mereka berteori barangkali makanan indeks glikemik tinggi itu dapat merangsang tubuh mensekresikan insulin, sehingga mempengaruhi pertumbuhan sel. Sementara kanker adalah proliferasi sel yang tidak terkendali, dan ini mungkin disebabkan oleh makanan indeks glikemik tinggi yang terus mengembangbiakkan sel tumor kecil.

Penelitian ini menunjukkan bahwa selain menjaga pola hidup sehat dengan menjauhi rokok, alkohol, beraktivitas fisik serta mengurangi konsumi makanan dan minuman dengan indeks glikemik tinggi, merupakan salah satu cara efektif dalam menurunkan risiko terhadap kanker paru-paru, kata para peneliti. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: Headline KESEHATAN

Video Popular