Erabaru.net. Penuaan populasi, penurunan daya produksi di sebagian besar negara di dunia mengakibatkan pertumbuhan ekonomi melambat.

Beban biaya pengobatan dan pensiun merupakan masalah krisis yang akan dihadapi. Penuaan populasi akan menimbulkan hantaman dan dampak secara menyeluruh terhadap kesehatan, perawatan, ekonomi, pendidikan, perkembangan dan kesejahteraan masyarakat, dan lain sebagainya.

Jika kelak ingin pensiun pada usia 65 tahun, lalu tergantung pada uang pensiun untuk menghidupi hari tua, barangkali sudah harus melakukan perencanaan sejak dini.

Indeks yang paling sering digunakan bagi penuaan populasi adalah “Rasio ketergantungan manula (old-age dependency ratio)”, artinya adalah perbandingan jumlah penduduk yang berusia 65 tahun ke atas dengan yang berusia 20 – 64 tahun. Pada 1914, rata-rata usia penduduk Swedia adalah 58,2 tahun, pada 2014 telah meningkat menjadi 82,2 tahun.

Pada 1935, Amerika Serikat memperkirakan penduduk yang berusia 65 tahun mungkin masih dapat hidup selama 12,7 tahun lagi.

Tapi pada 2013 diperkirakan penduduk yang berusia 65 tahun, diprediksi masih dapat hidup selama 19,5 tahun lagi. Ini telah menjadi masalah politik dan ekonomi di masing-masing negara, dengan mengacu pada kondisi sekarang mereka menciptakan seperangkat “Rasio ketergantungan manula” yang baru, dengan penilaian biaya perawatan kesehatan, partisipasi angkatan kerja dan dana pensiun, inilah yang dikenal sebagai “Rasio ketergantungan ekonomi” .

Pada 1994, sebesar 26.8% pria AS berusia 65-69 yang berpartisipasi dalam pekerjaan, pada 2014 telah meningkat hingga 40%. Pada 1994 sebesar 10% pria berusia antara 75-79 masih berpartisipasi dalam pekerjaan, diperkirakan hingga 2024 akan meningkat menjadi 17%. Tidak hanya di AS, di negara lain juga sama.

Pada 2000, sebesar 14.8% pria Inggris yang berusia 65-69 tahun masih berpartisipasi dalam pekerjaan, dan pada 2014 telah meningkat menjadi 24.2%. Di Israel lebih tinggi, dari 27% pada 2000 meningkat menjadi 50% di tahun 2014. Ingin pensiun pada usia 65 tahun, benar-benar akan semakin sulit saja.

Biaya perawatan kesehatan

Menggunakan patokan usia 65 tahun sebagai garis pemisah yang bereferensi pada ketentuan Organisasi Buruh Internasional (ILO), sudah tidak dapat memprediksi situasi yang akan datang secara tepat. AS memperkirakan, dari 2013 hingga 2030, “Rasio ketergantungan manula” akan meningkat sebesar 61%, sedangkan “Rasio ketergantungan ekonomi” hanya meningkat 3%. Ini menunjukkan dengan jelas peningkatan atas tenaga kerja orang dewasa, jauh tidak dapat menanggung beban yang diakibatkan dari peningkatan biaya perawatan kesehatan dan biaya pensiun.

Di Jepang, penilaian terhadap “Rasio ketergantungan manula” berdasarkan biaya perawatan kesehatan secara tradisional, dari 2013 hingga 2030 diperkirakan akan meningkat sebesar 32%; jika hanya dinilai berdasarkan biaya hidup beberapa tahun belakangan saja, peningkatan bebannya hanya 14%, dari sini terlihat bahwa biaya perawatan kesehatan dikemudian hari, pengaruhnya akan jauh lebih besar dari biaya kehidupan.

Perawatan kesehatan Jepang menggunakan sistem asuransi pelayanan keperawatan, berdasarkan data dari Departemen Kesehatan dan Jaminan Sosial (MHLW) Jepang, perkembangan asuransi pelayanan keperawatan mempunyai 2 kecenderungan: pertama, biaya asuransi dari asuransi pelayanan keperawatan akan cenderung meningkat terus, penyebab utamanya adalah peningkatan setiap tahun manula yang menggunakan asuransi pelayanan keperawatan, sehingga beban keuangannya juga akan terus meningkat. Kedua, lembaga pelayanan keperawatan privat juga cenderung meningkat terus.

Terdapat beberapa lembaga pelayanan keperawatan dengan cara hitungan per kepala untuk mendapatkan biaya asuransi secara ilegal. Bagaimana menangani secara efektif lembaga-lembaga tersebut merupakan sebuah tantangan dan beban yang cukup berat.

Dana pensiun

Beberapa negara di Eropa seperti Swedia, Norwegia dan Italia, pengeluaran dana pensiin telah ditentukan akan dihubungkan dengan usia penduduk, jika usia penduduk terus meningkat, maka dana pensiun sangat mungkin akan menyusut.

Sebagian besar negara yang mengeluarkan dana pensiun sudah mulai mengumpulkan data lengkap, bersiap-siap memundurkan batas usia penerima dana pensiun.

Di AS, dahulu batas usia penerima dana pensiun adalah 65 tahun, kini sudah 66 tahun, tidak lama lagi akan ditetapkan 67 tahun.

Di Jerman, Usia 65 tahun akan menerima dana pensiun penuh, kelak akan meningkat menjadi 67 tahun.

Setiap orang tentu berharap menerima dana pensiun penuh pada usia 65 tahun, dewasa ini berbagai negara telah menghitung sebuah rasio yang lebih praktis, disebut “Rasio ketergantungan biaya pensiun”, dihubungkan dengan penambahan pengeluaran biaya hidup untuk memprediksi usia dimulai masa pensiun dan jumlah uang yang diterima.

Ini menunjukkan beban berbagai negara terhadap pengeluaran dana pensiun publik yang diperkirakan akan terus meningkat.

“Rasio ketergantungan manula” dari Jerman mulai 2013 hingga 2030 diperkirakan akan meningkat 49%. “Rasio ketergantungan biaya pensiun” diperkirakan akan mengalami peningkatan sebesar 26%. Lagipula penduduk Jerman yang berusia 65 tahun, pada 2030 mungkin masih belum memenuhi syarat dalam penerimaan uang pensiun.

Demi mendukung rencana pensiun 2030, kelak penduduk muda Jerman mungkin terpaksa harus mengeluarkan biaya sebesar 49% dari pendapatannya. Dibandingkan dengan pendapatan yang telah dipotong pengeluarannya pada 2013, telah meningkat sebesar 26%.

65 tahun belum tua

Studi menunjukkan, manula sekarang dibandingkan dengan 10 tahun lalu, memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik, maka usia 65 tahun masih tidak terhitung tua.

Di Inggris “Rasio ketergantungan manula” yang tradisional diperkirakan akan meningkat 33% pada 2030, ini merupakan sebuah beban sosial yang amat berat.

Demi menstabilkan pengeluaran, kelak akan ditingkatkan syarat untuk dapat menerima uang pensiun, supaya “Rasio ketergantungan manula” hanya meningkat sebesar 13% saja.

Itu sebabnya jika kelak manula hanya mengandalkan uang pensiun publik, mungkin kehidupan yang dijalani akan semakin sengsara.

Penuaan manula Jepang sangat cepat, pada 1995 manula di atas usia 65 tahun telah mencapai 14,8 juta orang, (14% dari jumlah seluruh penduduk), sangat dini telah memasuki negara berpenduduk tua.

Manula Jepang yang melakukan kejahatan oleh karena masalah uang pensiun, telah menjadi masalah sosial yang serius. “Buku Putih Masalah Kejahatan” yang diumumkan oleh Pemerintah Jepang pada 2014 menunjukkan, kekerasan, melukai orang lain dan lain-lain kejahatan kasar yang dilakukan oleh manula meningkat dengan pesat, angka statistik 2013 menunjukkan, kejahatan kekerasan manula Jepang telah meningkat 71 kali lipat dalam 23 tahun belakangan ini, kejahatan melukai orang lain telah meningkat 2,1 kali lipat, diduga telah melakukan pembunuhan juga meningkat hamper 3,4 kali lipat. Sedangkan dalam masa yang sama peningkatan jumlah penduduk manula hanya meningkat 2,1 kali lipat, dapat terlihat kejahatan yang dilakukan manula meningkat sangat cepat.

Selain itu rasio bunuh diri kelompok orang miskin 2 kali lipat lebih tinggi daripada masyarakat umum.

Sebuah studi menemukan, penyakit kronis yang paling umum diderita kaum manula adalah: Kanker, Darah Tinggi, Katarak, penyakit Jantung, Diabetes, Tukak Lambung, Osteoporosis, Radang Persendian atau Rhematik dan lain-lain.

Sedangkan masalah pokok manula yang paling perlu diperhatikan adalah: kurang olahraga, kurang mengonsumsi sayuran dan buah, masalah kesehatan rongga mulut, merokok serta masalah kejiwaan. (Epochtimes/Tys/Yant)

Share

Video Popular