Sebuah ledakan bom terjadi pada Minggu (27/3/2016) petang di taman yang banyak dikunjungi warga Lahore, kota terbesar kedua di Pakistan. Menewaskan sedikitnya 65 orang yang kebanyakan adalah para ibu dan anak-anak, dan hampir 300 orang lainnya mengalami luka-luka. Taliban Pakistan mengklaim melakukan serangan itu.

Menurut Central News Agency bahwa ledakan terjadi di bagian luar dari lokasi parkir kendaraan yang terletak di taman pusat kota. Lokasi itu tidak berjauhan dengan taman hiburan untuk anak-anak yang saat itu sedang ramai dikunjungi orang karena akhir pekan juga liburan Paskah.

Dari rekaman yang disiarkan media TV terlihat bahwa sejumlah wanita dan anak-anak menangis di lokasi kejadian, petugas penyelamatan, polisi dan orang-orang yang lewat langsung memberikan bantuan kepada korban yang luka dengan mengangkat mereka ke dalam mobil-mobil ambulans dan pribadi untuk dilarikan ke rumah sakit.

Punjab adalah propinsi terbesar dan termakmur di Pakistan, ia juga merupakan basis politik Perdana Menteri Nawaz Sharif. Kota Lahore tak lain adalah jantung dari kegiatan mereka.
Kepala Administrator Lohore Muhammad Usman mengatakan, jumlah korban tewas naik menjadi 65 orang. Operasi penyelamatan masih terus berlangsung dan jumlah anak-anak yang terluka sudah melebihi 50 orang.

Polisi mengungkapkan bahwa ledakan tampaknya berasal dari serangan bunuh diri, banyak bola bearing ditemukan di taman itu. Kepala Rumah Sakit Jinnah Dr. Ashraf mengatakan, jumlah korban sudah mencapai lebih 200 orang. Sebagian dari mereka mengalami luka cukup serius, oleh karena itu jumlah korban yang tewas  sangat mungkin terus bertambah.
Dr. Ashraf melukiskan bahwa suasana dalam rumah sakit jadi susah untuk dikendalikan. Para staf medis terpaksa merawat para korban yang dibaringkan di atas lantai maupun koridor yang ada.

Penasihat Kesehatan Punjab, Khawaj Salman Rafique mengatakan, “Jumlah korban yang luka-luka sudah melampaui 280 orang, banyak dari mereka membutuhkan tindakan bedah, dan kita khawatir terhadap jumlah korban tewas yang akan meningkat secara signifikan.”
Ia menambahkan bahwa pihak berwenang telah menghimbau masyarakat untuk mendonorkan darah untuk menyelamatkan nyawa para korban. BBC melaporkan bahwa kelompok Taliban Pakistan telah mengklaim melakukan serangan berdarah itu. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular