Oleh CNA Seoul

Menanggapi pelatihan militer Korea Selatan yang difokuskan pada penyerangan sengit terhadap fasilitas nuklir, Korea Utara pada 26 Maret mengeluarkan ultimatum kepada Korea Selatan. Ultimatum berbunyi: “Park Geun-hye harus minta maaf secara terbuka, bila tidak Cheong Wa Dae (istana presiden Korea Selatan) akan segera diserang,”

Namun, Korea Selatan dengan tegas memperingatkan mereka bahwa provokasi akan mempercepat keruntuhan rezimnya.

Kantor berita Korea Selatan Yonhap mengutip CNA Korut melaporkan, pasukan artileri koalisi dari Tentara Rakyat Korea Utara yang ditempatkan di garis depan pada hari itu juga langsung mengeluarkan ultimatum yang bebunyi: Korea Utara tidak dapat memaafkan tindakan provokatif rezim Selatan yang merendahkan martabat pemimpin tertinggi Korea Utara.

Menghadapi intimidasi Utara, Kepala Staf Operasi Militer Korsel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia mengutuk kata-kata vulgar dari Korut yang ditujukan kepada Kepala Negara Korea Selatan. Memperingatkan bahwa tindakan provokatif Korut hanya akan mempercepat keruntuhan rezim mereka.

Sementara itu, pihak berwenang dari militer Korsel mengungkapkan bahwa sampai sekarang masih belum menemukan adanya gerakan berlebihan dari militer Korut yang ditempatkan di daerah perbatasan, meskipun militer Selatan sudah siap untuk menanggapi setiap provokasi maupun serangan dari Utara. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular