Erabaru.net. Sudahkah kita membaca teliti tentang label pangan/ makanan yang dibeli? Tahukah kita, bahwa membaca label produk makanan bukan hanya soal tanggal kedaluwarsa? Apa saja yang wajib dibaca oleh konsumen terkait label makanan?

Direktorat Standarisasi Produk Pangan Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah mengeluarkan regulasi di bidang pangan terutama terkait pelabelan pangan olahan.

Tujuannya menciptakan perdagangan pangan olahan yang terjamin mutu dan keamanannya.

Pengertian label pangan adalah keterangan mengenai pangan yang berbentuk gambar, tulisan, kombinasi keduanya, yang disertakan pada pangan, dimasukkan ke dalam, ditempelkan pada, dicetak pada atau merupakan bagian kemasan pangan.

Mengenal label makanan sudah diatur dalam beragam peraturan pemerintah, seperti UU No 18 tahun 2012 mengenai Pangan, PP RI No 69 tahun 1999 mengenai label dan iklan pangan, dan peraturan Kepala BPOM No HK 0315121109955 tahun 2011 mengenai pendaftaran pangan olahan.

Lalu informasi apa saja pada label pangan olahan yang menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih produk?

Berikut ini 9 hal yang sebaiknya diketahui dan menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli produk makanan, sesuai yang dikeluarkan oleh Direktorat Standarisasi Produk Pangan Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

  1. Tanggal kedaluwarsa dan kode produksi

Keterangan kedaluwarsa adalah batas akhir suatu pangan dijamin mutunya sepanjang penyimpanan mengikuti petunjuk yang diberikan produsen.

Cari informasi mengenai tanggal kedaluwarsa produk. Biasanya tertulis “Baik Digunakan Sebelum…”

Kode produksi adalah kode yang dapat memberikan penjelasan mengenai riwayat  suatu produksi pangan olahan yang diproses pada kondisi dan waktu tertentu.

  1. Komposisi

Perhatikan urutan bahan pada komposisi. Berdasarkan peraturan BPOM, komposisi diurutkan dari bahan dengan prosentase terbesar ke terkecil.

  1. Informasi Nilai Gizi

Tabel ini berisi kandungan gizi pada produk pangan, dihitung setiap sajiannya.

  1. Nama Produk Pangan

Informasi ini memberitahu mengenai jenis makanan apa yang konsumen konsumsi

  1. Detail Produsen/ Importir

Setiap label harus menyebutkan nama dan alamat produsen/ importir. Minimal  meliputi nama produsen, kode pos dan negara.

  1. Berat Bersih

Berat bersih adalah keterangan mengenai kuantitas atau jumlah pangan olahan yang terdapat di dalam kemasan.

  1. Petunjuk Penyajian dan Penyimpanan

Pastikan konsumen menyajikan produk pangan sesuai dengan anjuran yang ada pada label.

Produk pangan mempunyai cara-cara penyimpanan tertentu.

  1. Nomor Izin Edar

Nomor pendaftaran pangan olahan, yang merupakan kode diberikan oleh BPOM atau Bupati/ Walkota (Dinas Kesehatan Kabupaten) untuk produk pangan yang telah dilakukan penilaian keamanan, mutu, dan gizi serta label pangan dalam rangka peredaran pangan.

  1. Logo-logo lainnya

Misalnya logo halal.

(rmat)

Share

Video Popular