Oleh: Su Fei

Dalam legenda dan mitologi Romawi dan Yunani, disebutkan ada tangga di samping sebuah kuil yang menuju ke neraka. Tim arkeolog Italia yang dipimpin oleh Francesco D’Andria, profesor arkeologi klasik di Universitas Salento mengklaim bahwa mereka telah menemukan “Gate of Hell” dalam mitologi Romawi-Yunani.

“Berdasarkan temuan itu, situs tersebut sesuai dengan gerbang neraka yang digambarkan dalam sejarah. Dalam bahasa Yunani, gerbang neraka itu disebut Ploutonion, atau Plutonium dalam bahasa Latin,” kata arkeolog.

Gerbang tersebut terletak di barat daya kota Phrygian, Hierapolis yang sekarang disebut Pamukkale. Tidak hanya pintu menuju neraka, arkeolog juga menemukan dua patung yang dipercaya sebagai “penjaga neraka,” berupa ular dan anjing berkepala tiga.

D’Andria telah melakukan penelitian arkeologi yang luas di Hierapolis, sebuah situs yang telah diresmikan sebagai salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO. Dua tahun lalu, ia menyatakan telah menemukan makam rasul Filipus, salah satu dari 12 murid Yesus di Hierapolis, Turki.

“Gerbang neraka” itu digambarkan  sebagai sebuah lokasi plutonium yang diketahui memancarkan gas yang dapat menyebabkan kematian. Strabo, geografer dan filsuf Yunani (63/64 SM – ca. 24) menulis, “Tempat ini penuh dengan uap dan sangat berkabut, sampai-sampai tanahnya tak terlihat. Hewan apapun yang memasukinya niscaya mati dengan cepat. Para arkeolog kemudian melakukan percobaan dengan melepas beberapa burung pipit di dekat Pluto’s Gate. Tak butuh waktu lama, burung-burung tersebut mati secara mendadak.”

D’Andria menambahkan bahwa dalam gua tersebut juga sering digelar “persembahan” dengan membawa hewan masuk dalam keadaan hidup, kemudian mengeluarkan mereka dalam keadaan mati. Asap dalam gua tersebut memang sangat mematikan. Banyak burung yang mati seketika saat hendak mendekati pintu masuk gua akibat uap karbondioksida.

Itu merupakan sebuah tempat yang terkenal karena ritualnya. Peziarah mengambil air di kolam dekat kuil, tidur tidak terlalu jauh dari gua, dan menerima petunjuk atau ramalam dalam bentuk efek Delphiasap yang berasal dari freatik air tanah Hierapolis yang menghasilkan halusinasi.

Daerah itu sangat makmur sampai abad ke-4 Masehi, hingga pada abad ke-6 Masehi, pintu masuk ke gua ditutup, sehingga ritual tak lagi bisa diselenggarakan di sana. Di saat bersamaan, patung-patung Kerberos dan ular dirusak. Para arkeolog menemukan Plutonium saat merekonstruksi rute ke sumber mata air panas. Dan sebenarnya, Pamukkale itu terkenal karena sumber mata air panasnya.

“Ini adalah penemuan yang luar biasa karena menegaskan dan menjelaskan informasi yang kita dapatkan dari sumber sastra sejarah kuno,” jelas Alister Filippini, peneliti sejarah Romawi di Universities of Palermo, Italia. (secretchina/joni/rmat)

Share

Video Popular