Oleh CNA Tokyo

Calon presiden AS, Donald Trump baru-baru ini mengatakan bahwa ia mungkin akan mengijinkan Jepang dan Korea Selatan untuk memiliki senjata nuklir bila terpilih nanti. Tetapi rezim Tokyo kemarin mengatakan bahwa Jepang akan terus mematuhi kebijakan sebagai negara yang tidak memiliki senjata nuklir.

Associated Press memberitakan, Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga kepada wartawan mengatakan bahwa Jepang tidak memiliki, tidak memproduksi dan tidak mengijinkan senjata nuklir. Ketiga prinsip utama ini akan terus dijunjung tinggi oleh pemerintah.

Ketika menerima wawancara khusus dari New York Times, Donald Trump mengatakan, akan meminta baik Jepang maupun Korea Selatan untuk membayar nilai atas pertahanan negara mereka. Kemungkinan yang dimaksudkan itu adalah senjata penangkal nuklir yang ditempatkan di kedua negara tersebut. Menurutnya masalah itu pada tingkatan tertentu perlu dibicarakan.

Yoshihide Suga tidak ingin berkomentar lebih jauh soal ucapan Trump itu, kecuali mengatakan bahwa itu adalah bagian dari pandangan politik Trump dalam upaya untuk memperebutkan kursi presiden AS. Ia juga menekankan bahwa siapa pun yang keluar sebagai pemenang pemilu presiden pada  November nanti. Ia tetap yakin bahwa aliansi Jepang – AS akan tetap kukuh dan dijadikan pilar utama dari kebijakan Jepang.

Saat ini AS memiliki puluhan ribu anggota pasukan yang ditempatkan di Jepang dan Korea Selatan, kedua negara sekutu AS di Lautan Pasifik. Trump mengatakan bahwa kalau kedua negara itu tidak mau mengeluarkan anggaran untuk membayar, maka ia akan menarik pasukan dari sana.

Juru bicara Pertahanan Korea Selatan, Moon Sang-gyun juga tidak bersedia memberikan komentar atas ucapan Trump. Ketika wartawan menanyakan soal penarikan pasukan AS, ia menjawab bahwa Korea Selatan yakin persekutuan senjata nuklir antar kedua negara masih cukup untuk diandalkan. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular