Erabaru.net. Banyak orang memiliki masalah dengan tidurnya, sebagian orang umumnya mengonsumsi pil tidur, namun, obat tidur memiliki efek sampingnya, penggunaan jangka panjang obat tidur tidak hanya menyebabkan ketergantungan, tapi juga merusak saraf otak, bahkan beberapa diantaranya akan mengalami ketidakstabilan dalam berjalan, penglihatan kabur, lemah dan efek samping lainnya.

Selama bertahun-tahun menjalani kariernya sebagai dokter, dr. Chen Jun-xu asal Taiwan mendapati bahwa “terapi jalan-jalan” bisa mengatasi beberapa masalah tidur yang sangat mengganggu, termasuk dari sisi mental dan fisik.

Tidur yang berkualitas merupakan cara terbaik dalam memulihkan fisik dan vitalitas, namun, karena perubahan pola masyarakat modern, sehingga sebagian besar orang mengalami gangguan tidur, sementara itu, obat atau pil tidur adalah obat-obatan yang sering dikonsumsi oleh sejumlah besar mereka yang bermasalah dengan tidurnya.

Menurut data yang dirilis Taiwan Food and Drug Administration (TFDA) dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan, menunjukkan bahwa penduduk Taiwan menghabiskan 320 juta pil/obat tidur dalam satu tahun.

Beberapa dokter akan memberitahu pasien, bahwa dengan pil tidur untuk mengatasi masalah tidur itu lebih bermanfaat bagi kesehatan daripada terganggu dengan masalah tidur.

Sekilas terdengar memang masuk akal, namun, pil atau obat tidur itu tidak lebih dari pil penenang atau obat psikotropika lainnya, begitu mulai mengonsumsinya, akan menjadi ketergantungan, dan tidak bisa tidur tanpa obat.

Selain itu, dosis dan jenisnya juga akan meningkat secara bertahap.

Terapi jalan-jalan” untuk mengatasi setiap jenis masalah insomnia

Efek samping dari obat tidur itu bisa merusak otak, menyusutkan atau membuat otak mengecil (atrofi cerebri), selain itu juga akan memanifestasikan konsentrasi tidak terpusat, daya ingat menurun, cemas, depresi, tidak responsif, dan degenerasi pada fungsi otak.

Chen Junxu telah mencoba berbagai terapi alternatif, dan selama bertahun-tahun kemudian menemukan, bahwa ada terapi yang bisa membantu penderita berhenti mengonsumsi pil tidur, yaitu “terapi jalan-jalan”.

Terapi jalan-jalan bisa mengatasi hampir setiap masalah insomnia, bahkan mereka yang terlanjur bergantung pada obat tidur juga bisa secara berangsur-angsur meninggalkan pil tidur.

Tentu saja, Anda juga bisa jalan-jalan ke suatu pameran, jalan-jalan ke pasar, taman, jalan cepat, mendaki gunung atau bercocok tanam (kegiatan ekstra), selama olahraga/gerakan fisik atau latihan aerobik yang mengkontraksi otot besar secara berkelanjutan itu semua memiliki efek yang sama.

Adapun yang dimaksud dengan terapi jalan-jalan disini adalah jalan kaki sekitar 3 – 6 jam setiap hari, agar otot besar terus berkontraksi, untuk merangsang sekresi kortisol, sampai pada malam hari, hormon adrenal menurun, sementara melatonin meningkat secara signifikan, dan di saat demikian dengan sendirinya otak akan berkeinginan untuk tidur.

Sehingga semakin jelas hukum hormonal siang dan malam, maka kesadaran/semangat di pagi/siang hari akan semakin baik, dan malamnya bisa tidur dengan pulas.

Selama satu atau dua hari bisa tidur dengan baik, maka perlahan tapi pasti akan terbiasa tidur dengan baik/pulas pada malam-malam berikutnya, dan selanjutnya akan bisa meninggalkan kebiasaan tidur yang salah di masa lalu, sekaligus melepaskan ketergantungan pada pil/obat tidur. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share

Video Popular