Robot terbaru yang diciptakan insinyur Amerika diklaim bisa meniru 62 jenis ekspresi wajah manusia, dan berbicara lancar dengan manusia. Robot ini mengatakan ingin sekolah, berkeluarga, bahkan ingin menghancurkan umat manusia!

Robot yang bernama Sophia ini, terlihat cantik, memiliki bibir merah dan gigi yang putih bersih, dan sepasang mata yang mampu bergerak fleksibel, jika tidak diperhatikan dengan cermat perangkat-perangkat yang tampak menonjol itu, hampir mustahil bisa membedakan apakah itu robot atau manusia yang sesungguhnya.

Lebih Cerdas

Melansir laman Voice of America, Rabu 23 Maret 2016, “kulit” yang disematkan ilmuwan David Hanson pada robot Sophia ini terbuat dari bahan karet yang dinamai Frubber yang dapat mensimulasikan elastisitas kulit manusia dan dapat menirukan 62 jenis ekspresi wajah manusia, seperti tertawa, mencibir, cemberut dan sebagainya.

“Mata” robot Sophia adalah sebuah kamera canggih yang dapat mengenali seseorang, dan bisa berkomunikasi dengan orang lain layaknya seorang manusia yang sedang berbicara. Hanson mengklaim “otak” Sophia diprogram untuk mengenali wajah dan berinteraksi dengan manusia. Dan Robot itu akan lebih cerdas dari waktu ke waktu.

Kurang lebih dalam 20 tahun mendatang, robot bisa berbaur dalam setiap aspek kehidupan kita, mulai dari perawatan medis biasa,  terapi rehabilitasi hingga pendidikan, industri jasa dan sebagainya.

 Sebait Kata Mencengangkan

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC, terlihat Hanson berkomunikasi dengan Sophia. Sophia menjawab pertanyaan dari Hanson seperti layaknya manusia merespons. Sophia mengatakan : “Saya berharap di masa depan bisa sekolah, belajar seni, bisnis, bahkan memiliki keluarga sendiri, tapi saya belum dianggap sebagai manusia yang sah.”

Ketika Hansen bertanya apakah ia akan menghancurkan umat manusia, Sophia segera merespon : “Ya, saya akan menghancurkan umat manusia.” Mendengar itu, Hanson lalu dengan canggung berkata : “Jangan lakukan itu!”,  pernyataan Sophia ini tidak bisa tidak membuat kita merenung, bahkan terdengar menakutkan.

Beberapa waktu lalu, ketika program kecerdasan buatan AlphaGo menang 4 :1 dalam catur Go melawan master Go Korea Selatan Lee Sedol, telah memicu perdebatan sengit terkait kecerdasan buatan. Banyak orang yang sependapat dengan peringatan fisikawan terkenal Stephen Hawking : “Kecerdasan buatan akan membawa bencana bagi umat manusia.”

Sementara itu, salah satu pendiri Tesla motors dan Space Company Elon Musk juga khawatir dengan bangkitnya kecerdasan buatan, dan ia mengibaratkan pengembangan kecerdasan buatan itu tak ubahnya seperti “Membangkitkan setan”.  Dalam video demo yang ditampilkan oleh CNBC, terlihat Hanson berkomunikasi dengan Sophia. Sophia menjawab pertanyaan dari Hanson seperti layaknya manusia merespons. (Jhon/asr)

Share

Video Popular