Xi Jinping akan terbang ke Washington DC usai kunjungan kenegaraannya di Republik Ceko untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi/ KTT Keamanan Nuklir Keempat yang akan digelar Kamis (31/3/2016) sampai Jumat (1/4/2016) mendatang.

Media asing berbahasa Mandarin, ‘Bowen’ mengungkapkan bahwa sebuah tim dari Zhongnanhai  yang terdiri dari 200 orang sudah tiba di Washington untuk mempersiapkan segala sesuatunya bagi keperluan Xi Jinping dalam KTT termasuk pengamanannya. Media tersebut mengungkapkan bahwa pihak Tiongkok telah menaruh prioritas tinggi pada masalah pengamanan Presiden Xi Jinping.

‘Bowen’ memberitakan, tim yang dibagi ke dalam 3 rombongan itu sudah tiba di Washington pada Senin (28/3/2016) yang lalu. Tim tersebut termasuk petugas yang bertanggung jawab atas pengamanan presiden, dari sektor diplomatik dan media terkait.

Semakin mendekatnya kedatangann Xi Jinping, pekerjaan persiapan sudah memasuki tahap akhir. Simulasi interaktif antar petugas terkait dari welcome dinner, sesi pleno, pidato sambutan, makan siang sampai penutupan acara terus dilakukan dan disempurnakan agar tidak ada kesalahan yang terjadi nanti.

‘Bowen’ menuliskan bahwa masalah keamanan selama kunjungan Xi Jinping dijadikan prioritas utama oleh pemerintah Tiongkok. Untuk itu, petugas yang bertanggung jawab telah berulang kali melakukan pengujian terhadap kebutuhan dasar bagi Presiden Xi dari air minum, makanan, tempat tinggal sampai tempat duduk dalam gedung konferensi diperiksa sedemikian rupa untuk memastikan tidak terjadi hal-hal yang membahayakan. Pihak Tiongkok juga mendesak pihak AS untuk menempatkan lebih banyak anggota keamanan terutama pada jalan-jalan yang akan dilalui Xi Jinping.

Majalah Hongkong ‘Chengming’ sebelumnya pernah melaporkan bahwa ketika Xi mengunjungi AS pada September tahun lalu,  pihak Tiongkok telah mengirim 48 orang pengawal presiden. Jumlah tersebut jauh lebih banyak daripada 16 orang pengawal yang biasanya digunakan oleh kepala negara lain dalam pelawatannya ke luar negeri.

Majalah tersebut dalam edisi Maret tahun ini menjelaskan, akibat informasi rahasia kerap bocor keluar, sehingga keselamatan Xi Jinping, Li Keqiang dan Wang Qishan sering terancam. Itulah sebabnya otoritas pada akhir tahun lalu menyusun sebuah daftar nama pejabat bila pemimpin berhalangan.

Menurut media asing berbahasa Mandarin lainnya mengungkapkan bahwa pengawalan terhadap presiden Xi Jinping saat berada di luar gedung sekarang sudah ditingkatkan sedemikian rupa sehingga melebihi pengawalan tingkat satu seperti yang ditetapkan dalam peraturan Komite Politbiro Partai Komunis Tiongkok/ PKT. Namun di sisi lain justru mengungkapkan kepada khalayak ramai bahwa ada musuh berbahaya yang bersembunyi dalam selimut.

Melalui penyidikan pihak berwenang Tiongkok menemukan bahwa Xi Jinping telah mengalami 6 kali percobaan pembunuhan yang semuanya dilakukan oleh pelaku-pelaku yang disuruh oleh orang dalam.

Keretakan antara pemimpin senior PKT mulai terlihat jelas sejak peristiwa Wang Lijun pada 2012. Perselisihan antara kelompok Xi Jinping dengan Jiang Zemin kian meruncing sejak saat itu. Kelompok Jiang Zemin terus melakukan serangan terhadap Xi untuk menghindari tanggung jawab atas kejahatan yang mereka perbuat. Bahkan berulang kali melakukan kudeta dan pembunuhan terhadap Xi, Li dan Wang.

Lebih dari 100 orang pejabat koruptor golongan kakap telah dipecat dari jabatan dan dipenjara sejak gerakan anti korupsi ‘Berburu harimau’ digelarkan oleh rezim Xi jinping. Dan sekarang ini perburuan sedang mengarah ke Jiang Zemin dan Zeng Qinghong yang disebut-sebut sebagai “harimau-harimau paling besar.” (sinatra/rmat)

Share

Video Popular