Oleh: Zhang Dun

Mantan Wakil Menteri Logistik Umum Partai Komunis Tiongkok/ PKT Letjen Gu Junshan tahun lalu telah diajukan penangguhan hukuman mati baginya.

Baru-baru ini media massa mengungkap, saat pihak polisi menangkap Gu Junshan, Departemen Keamanan Divisi Logistik Umum mengirim lebih dari seratus orang pengawal bersenjata untuk mengepung para polisi. Bahkan mereka melepas puluhan ekor anjing Mastiff Tibet untuk menggigit para polisi. Nyaris terjadi bentrok senjata antar kedua belah pihak.

Detil Penangkapan Gu Junshan

Pada 18 Januari 2012, Gu Junshan yang waktu itu menjabat sebagai wakil kepala logistik umum menghadiri acara tahun baru bersama Divisi Logistik Umum. Ini adalah aktivitas dinas terakhir yang dihadiri Gu Junshan. 9 hari kemudian, yakni tanggal lima bulan satu penanggalan imlek, Gu Junshan diringkus.

Majalah “China Cryptogram” edisi ke-43 memberitakan, kalangan yang memahami situasi militer mengungkap detil penangkapan Gu Junshan. Gu Junshan ditangkap di sebuah kediaman yang dibangun khusus untuknya oleh seorang kepala divisi. Di halaman rumah kediaman tersebut dipelihara puluhan ekor anjing Mastiff Tibet, dalam parit besar di sekeliling rumah bahkan dipelihara serigala.

Polisi yang datang menangkap Gu Junshan adalah polisi khusus. Departemen Keamanan Logistik mengirim lebih dari seratus orang tentara bersenjata berat untuk mengepung para polisi khusus. Anjing Mastiff Tibet di halaman itu juga dilepaskan untuk menggigit para polisi. Akhirnya Komisi Militer Pusat turun tangan menelepon Departemen Keamanan Logistik untuk menarik aparat tersebut.

Polisi khusus mencari beberapa warga di sekitar kediaman itu. Anjing Mastiff Tibet dan serigala yang dipelihara Gu Junshan dialihkan, baru akhirnya bisa masuk ke dalam kediaman.

Narasumber mengatakan, “Setelah polisi khusus menerobos masuk, didapati Gu Junshan bersama dengan kepala divisi yang membangun rumah itu ada di dalamnya. Selain itu juga ada 4 orang pelacur di dalamnya. Di dalam rumah itu terdapat terowongan bawah tanah sepanjang 200 meter, yang di  dalamnya ditimbun emas. Selain itu juga terdapat sebuah ruangan rahasia tempat menimbun uang tunai.

Gu Junshan Terganjal oleh Liu Yuan

Pada 25-28 Desember 2011, dalam suatu rapat besar Komisi Militer PKT, ketua Komisi Politik Divisi Logistik jendral Liu Yuan mengeluarkan selembar foto kediaman mewah milik Gu Junshan yang bernilai ratusan juta RMB, dan berkata kepada 3 perwira tinggi dari kubu Jiang yakni Guo Boxiong, Xu Caihou, dan Liang Guanglie, “Kalian bertiga adalah penanggung jawab tiga angkatan bersenjata, kalian telah menjabat bertahun-tahun di posisi ini, tidak akan bisa terlepas dari tanggung jawab terhadap masalah korupsi di tubuh militer!”

Kemudian, Hu Jintao dan Xi Jinping yang pada waktu itu masing-masing menjabat sebagai ketua dan wakil ketua Komisi Militer Pusat menginstruksikan agar Gu Junshan diperiksa. Februari 2012, Gu Junshan dipecat karena terlibat korupsi. Mei 2012 Gu Junshan diperiksa, dan 15 Maret 2014 diajukan tuntutan terhadap Gu. 10 Agustus 2015,Gu Junshan dijatuhi vonis hukuman mati dengan masa penangguhan 2 tahun, atas dakwaan korupsi, menerima suap dan menyalahgunakan uang negara.

Dilengserkannya Gu Junshan oleh Liu Yuan, nara sumber mengungkap,  bahwa setelah Liu Yuan menjabat sebagai Komisi Politik Divisi Logistik Umum, Gu sama sekali tidak menghormati Liu Yuan dengan mengandalkan backing-nya yang kuat. Menurut informasi, ia pernah menemui Liu Yuan untuk berunding. Sebaiknya Liu Yuan ikut korupsi bersama mereka, maka banyak keuntungan yang bisa diperoleh, jika tidak mau, sebaiknya pergi saja. Merasa dipaksa, Liu Yuan memutuskan untuk membalas, dan bersumpah akan melengserkan Gu Junshan.

Ada juga berita di tubuh militer mengatakan, disaat Liu Yuan bekerja di Divisi Logistik dan Akademi Ilmiah Militer, kepala Divisi Logistik Liao Xilong berkata pada Liu Yuan, bahwa Gu Junshan sangat berkuasa, backing-nya sangat kuat, dan sama sekali tidak memandang sebelah mata pun pada Liao Xilong.

Liu Yuan dalam surat terbukanya sebelum pensiun juga menyatakan, ia ingin mengklarifikasi dua kesalahpahaman. Pertama adalah Gu Junshan adalah “bajingan” yang ditempatkan almarhum jendral Xu Caihou di Divisi Logistik. Di Divisi Logistik Gu Junshan sangat semena-mena, bahkan naik pangkat sebanyak 5 kali dalam 9 tahun. Berduet dengan Xu Caihou, keduanya korupsi berjemaah.

Akhir tahun 2011, saat pertama kalinya ia mengungkap korupsi Gu Junshan, baik Xu Caihou maupun Guo Boxiong berusaha melindunginya, sehingga akhirnya juga ikut terungkap. Sekarang dua orang mantan wakil ketua Komisi Militer itu telah tertangkap, satu telah meninggal lantaran kanker dan satunya dipenjara.

Hal kedua yang harus diklarifikasi adalah, dalam proses melawan Gu, ia hanya melakukan tugasnya, dan yang menyingkirkan Gu Junshan, Xu Caihou, dan Guo Boxiong sebenarnya adalah Xi Jinping.

“Karena saya sendiri tidak mampu dan tidak berdaya menggulingkan siapa pun”, kata Liu Yuan. (sud/whs/rmat)

Share

Video Popular