Akhir Maret 2016, warga di belahan bumi utara bisa menyaksikan komet 252P/Linear yang akan melintasi Bumi. Kunjungan komet yang memancarkan cahaya warna hijau langka ini membuat antusias para penggemar astronomi, karena cahayanya ratusan kali jauh lebih terang dari yang diperkirakan sebelumnya.

Melansir laman Space.com, para penggemar astronomi di belahan bumi selatan bisa menyaksikan dengan mata telanjang komet ini. Sementara di belahan bumi utara meskipun terpengaruh oleh cahaya bulan, namun, jika berada di lokasi yang agak gelap, sebelum akhir Maret ini masih bisa menyaksikan komet yang terlihat seperti bintik hijau samar tanpa ekor dengan menggunakan teleskop.

“Jangan terlalu berharap komet Linear akan terlihat sangat jelas, dengan ekor panjang,” kata Kelly Beatty, editor senior Sky & Telescope dalam sebuah pernyataannya.

“Penampakan komet ini tidak hanya seperti satu titik hijau, melainkan agak tersebar, membulat, berdiameter lebih besar dari Bulan Purnama di langit tetapi ribuan kali lebih redup,” tambahnya.

Ketika menyaksikan komet ini dengan teleskop, mungkin akan terlihat cahaya hijau di sekelilingnya. Cahaya hijau ini diduga tercipta oleh atom karbon diatomik pada komet dan fluoresensi akibat sinar Matahari.

Komet Linear, sebagaimana yang disebutkan di atas, telah melintasi titik terdekat dengan Bumi pada 21 Maret 2016 lalu, pada jarak sekitar 5,3 juta kilometer. Mengingat komet ini sekarang bergerak perlahan menjauh dari Matahari, para astronom juga tidak yakin berapa lama lagi komet ini akan terlihat terang.

Para astronom menyarankan, bagi yang ingin mengamati komet Linear ini, bisa mulai mengamatinya pada pukul 01:00 dinihari waktu setempat hingga 90 menit sebelum matahari terbit. Pastikan berada di daerah gelap dan dapat mencari komet ini di dekat rasi bintang Sagittarius dan Scorpius.

Pengamatan dengan teleskop berdiameter besar mungkin dapat melihat komet lain yang melintas dekat Bumi, yakni kembaran dari komet Linear, bernama komet Pan-STARRS- Panoramic Survey Telescope & Rapid Response System  (bernama resmi P/2016 BA14). Komet Pan-STARRS berada pada jarak hanya 3,5 juta kilometer dari Bumi pada 22 Maret 2016.

Komet Linear ditemukan pada 7 April 2000, oleh para peneliti dari program Lincoln Near Earth Asteroid Research (LINEAR), sebuah program Institut Teknologi Massachusetts yang didanai oleh NASA dan Angkatan Udara AS. Inti komet Linear diperkirakan berdiameter 230 meter. Sementara itu, komet Pan-STARRS ditemukan oleh para peneliti dari Panoramic Survey Telescope & Rapid Response System (Pan-STARRS) milik Universitas Hawaii pada 22 Januari 2016. Inti komet Pan-STARRS diperkirakan berdiameter 100 meter. (epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular