JAKARTA – Kunjungan delegasi wartawan Indonesia ke Israel yang hingga kini tak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia menimbulkan polemik. Dalam pertemuan itu, Perdana Menteri Israel Netanyahu menyerukan hubungan diplomatik dengan Indonesia apalagi halangan selama ini sudah tak relevan.

Delegasi wartawan senior itu sebanyak enam orang yang diundang pemerintah Israel melalui Kementerian Luar Negeri Israel. Mereka adalah wartawan senior yang berasal dari Tempo, Kompas, Bisnis Indonesia, Metro TV, Jawa Pos dan Jakarta Post.

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nurwahid mengatakan pertemuan yang digelar oleh sejumlah wartawan senior tersebut tak tepat. Hal ini dikarenakan posisi Indonesia, lanjutnya, sudah jelas sebagaimana semangat yang dilontarkan Bung Karno dan Presiden Jokowi bahwa Israel masih berusaha menguasai Palestina sehingga tak mungkin membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Politikus PKS itu mengingatkan para wartawan senior yang menemui PM Netanyahu agar tak menjadi corong rezim Israel. Hidayat mencurigai pertemuan itu hanyalah sebagai upaya Israel untuk melihat opini publik bahwa tak ada yang salah ketika Israel membuka hubungan diplomatik dengan pemerintah Indonesia.

Hidayat mengingatkan Indonesia adalah negara yang berdaulat dan tidak bisa menjadi kepanjangan tangan dengan kepentingan Israel. Hidayat memaklumi bahwa petemuan pribadi termasuk para jurnalis terhadap semua orang adalah hal yang lazim terjadi, akan tetapi jika pertemuan tersebut bermaksud membawa ide-ide Israel untuk diperjuangkan merupakan langkah yang tidak tepat.

“Kalau membawa ide-ide Israel untuk diperjuangkan saya kira tidak tepat,” kata Hidayat ketika ditemui wartawan di Jakarta, Rabu (30/3/2016).

Lawatan resmi oleh sejumlah delegasi wartawan Indonesia itu dicantumkan dalam laman resmi Kantor Perdana Menteri Israel. Dalam pertemuan itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, pada Senin (28/3/2016) bertemu delegasi wartawan-wartawan senior Indonesia atas undangan dan inisiatif kemenlu Israel.

Prime Minister Netanyahu dalam siaran pers resminya menyebut bahwa sudah saatnya membangun hubungan resmi antara Indonesia dan Israel. Netanyahu mengatakan Idonesia memiliki banyak kesempatan untuk bekerja sama dengan Israel sepertI bidang teknologi dan sumber daya air. Bahkan, lanjut Netanyahu, Israel memiliki hubungan yang sangat baik dengan beberapa negara di Asia seperti China, Jepang, India dan Vietnam.

PM Israel itu mengatakan hingga saat ini Israel juga sedang mendalami hubungannya dengan Afrika, Amerika Latin dan Rusia. Netanyahu mengungkapkan hubugan Israel dengan dunia Arab sudah berubah apalagi saat ini bersama Israel semua bersatu dalam memerangi kelompok Islam radikal. Dia menilai hubungan antara Israel dan Indonesia pun harus berubah. Netanyahu mengaku bahwa dirinya sendiri memiliki beberapa teman Indonesia di Facebook.

“Saatnya telah tiba untuk merubah hubungan diantara kedua negara. Alasan selama ini sudah tidak lagi relevan dan saya harap kunjungan anda semua  akan membantu tujuan ini,” kata Netanyahu. (asr)

 

Share

Video Popular