Erabaru.net. Ketika memasak, banyak ibu rumah tangga yang terbiasa mengupas atau membuang kulit sayuran atau buah-buahan, karena khawatir sisa pestisida atau racun akan berdampak pada kesehatan.

Padahal, menurut ahli gizi Amerika, kulit dari sayur dan buah itu tidak seharusnya dibuang.

Misalnya, terong, apel, mentimun dan sebagainya, kulit dari sayuran atau buah-buahan tersebut justru kaya dengan antioksidan dan zat yang berefek melawan kanker.

Kulit dari sayur dab buah kaya dengan kandungan zat antioksidan yang kuat, memiliki efek tertentu dalam meniadakan radikal bebas, menghambat pertumbuhan sel kanker.

Juga kaya akan phytochemical yang tidak bisa disintesis sendiri oleh tubuh, termasuk vitamin C, E, β- karoten dan serat makanan, bahkan kandungan phytochemicalnya lebih melimpah daripada daging (isinya).

Sayur dan buah-buahan yang diolah atau dimasak berikut kulitnya itu sebenarnya memiliki cita rasa yang khas, yang penting dicuci bersih, jadi aman dikonsumsi.

Wortel

Wortel merupakan makanan yang paling banyak mengandung β-karoten, yang sebagian besar tersembunyi di kulitnya, selain itu, wortel juga kaya dengan vitamin A.

Menurut statistik dari Carrot Museum of the United Kingdom, Inggris, menyebutkan bahwa nutrisi wortel yang hampir semuanya tersembunyi di bagian kulit itu sangat bermanfaat bagi tubuh manusia.

Sebagaimana diketahui, β-karoten memiliki efek sebagai antioksidan yang kuat, dapat melawan penuaan dini dan kanker.

Mentimun

Mentimun mengandung kadar air yang melimpah, dan sejumlah vitamin tertentu, sementara kulitnya banyak mengandung unsur yang agak pahit, namun, justru di sinilah sari gizinya.

Antioksidan dan vitamin C dari kulit mentimun dapat meningkatkan imunitas, selain itu juga berefek sebagai detoksifikasi dan membantu mencegah sembelit.

Saat makan mentimun sebaiknya bersama kulitnya sekaligus, yang dapat mempercepat detoksifikasi.

Terong

Kulit terong mengandung anthocyanin, yang merupakan antioksidan alami, sekaligus kaya akan vitamin B, lebih bergizi jika dimakan berikut kulitnya.

Terkadang kulit terong dikupas saat mengolah masakan, dan tanpa disadari tidak hanya menyia-nyiakan kulit terong yang kaya akan anthocyanin dan vitamin B, tetapi juga tidak bisa merasakan cita rasa dari terong itu sendiri.

Tomat

Hasil penelitian terkait di Amerika Serikat menemukan bahwa kulit tomat merupakan pusat kandungan lycopene.

Lycopene dapat mencegah kanker serviks dan kanker payudara, bahkan bisa melawan sinar ultraviolet, sekaligus menghambat sel kulit menghasilkan melanin.

Kulit tomat mentah mengandung quercetin, yang dapat mencegah alergi, dan berefek sebagai pencegahan serta terapi penyakit jantung, selain itu juga membantu menstabilkan gula darah. Konsumsi tomat matang akan lebih mudah diserap oleh tubuh.

Kentang

Sekitar 20% unsur nutrisi kentang terletak di kulitnya, kentang yang disertai kulitnya itu mengandung aneka vitamin dan flavonoid, quercetin dan phytochemicals lainnya, dapat membantu kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sekaligus mencegah kanker.

Ubi jalar

Kulit ubi jalar, kaya akan mucin (sejenis glikoprotein atau senyawa protein) dan karbohidrat, dapat menurunkan kolesterol dalam darah, menjaga elastisitas pembuluh darah, mencegah aterosklerosis, hipertensi dan penyakit kardiovaskular lainnya.

Kulit ubi jalar bersifat alkali alam yang khas, dapat membantu tubuh mengatur asam lemah-menengah, menghindari timbulnya penyakit. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share

Video Popular