Oleh Wu Shi

Produksi minyak serpih AS dalam 10 tahun terakhir mengalami kemajuan besar. Selain karena kemampuan investor dalam mengucurkan modal besar juga karena teknologi produksi dengan rekah hidrolik telah mencapai terobosan yang berarti.

Produksi minyak serpih AS pada tahun 2000 hanya 102.000 barel per hari yang dihasilkan dari 23.000 sumur. Artinya sekitar 4.4 barel per hari minyak yang dihasilkan dari setiap sumur. Total produksi minyak serpih ini masih berada di bawah 2 % dari total produksi minyak mentah AS.

Namun semenjak  2008 teknologi rekah hidrolik secara luas digunakan, produksi telah berkembang menjadi 4.3 juta barel per hari yang dihasilkan dari 300.000 sumur, atau kira-kira 14,3 barel per hari  per sumur. Sudah melampaui setengah dari total produksi minyak mentah AS. Kinerja yang cukup mengagumkan.

Pengembangan produksi minyak serpih telah membuat pertumbuhan produksi minyak AS meningkat hingga 2 kali lipat, mencapai level tertinggi selak 43 tahun dengan total produksi yang 9.43 juta barel per hari.

Dilihat dari skup dunia, produksi minyak mentah AS sekarang sudah berada pada level di bawah Arab Saudi dan Rusia. Peningkatan yang substansial itu telah mengakibatkan tingkat pasokan dan pemintahan minyak dunia begitu serius tidak seimbang. Sehingga harga minyak mentah dunia anjlok dari harganya di tahun 2008 yang USD. 145 per barel menjadi USD. 25 per barel  pada Februari 2016. Turun lebih dari 80 %.

Meskipun dalam beberapa pekan terakhir harga minyak mentah dunia sempat naik hingga mencapai sekitar USD.40 per barel, tetapi situasi yang kelebihan jumlah pasokan ini masih sulit untuk dapat diatasi dalam waktu pendek. Belum lagi, Iran setelah terbebas dari sanksi, mereka  sedang bersemangat untuk melepas kelebihan produksi minyaknya ke pasaran internasional dengan tujuan untuk memperoleh devisa yang akan digunakan untuk memperbaiki situasi ekonomi dalam negeri mereka. Hal ini jelas akan memperburuk kondisi perminyakan dunia.

Ekonom ternama dari Universitas Harvard, Harry Dent mengatakan, “Harga minyak mentah yang USD. 100 per barel mungkin sudah tidak akan terjadi lagi dalam beberapa dekade ke depan, harga minak bahkan cenderung akan terus menurun sampai USD. 10 per barel.”

Ia memperkirakan bahwa kelebihan pasokan akan membawa tekanan berat kepada mata uang negara-negara penghasil minyak, termasuk AS, sehingga ekonomi dunia akan terseret ke dalam resisi baru. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular