Oleh: Chen Gang

Dalam banyak film maupun novel fiksi ilmiah, kerap disuguhi adegan perjalanan waktu, sementara menurut teori fisika sekarang, perjalanan waktu itu mustahil. Namun bukan berarti teori ini dengan serta merta disingkirkan.

Pada 1949 silam, Kurt F Godel, seorang matematikawan asal Wina, Austria, menemukan suatu pemecahan yang ganjil dalam teori relativitas umum Einstein, menemukan bahwa penggunaan Closed Timelike Curve (CTC) atau kurva seperti-waktu tertutup memungkinkan perjalanan waktu. Temuan ini sontak membuat Godel pun terkenal, dan menamakan ruang-waktu ini sebagai Gödel cosmos, bahkan Einstein sendiri tidak tahu bisa mengemukakan kesimpulan ini.

Hal ini bisa menjelaskan satu hal, bahwa persamaan itu tidak dicetuskan Einstein, tapi memang sudah ada dari alam semesta itu sendiri, sementara Einstein tidak lebih hanya penemu. Hal yang dijelaskan dari persamaan itu di luar imajinasi Einstein, dan ini menyiratkan bahwa alam semesta kita memungkinkan perjalanan waktu. Dan selama setengah abad, banyak ilmuwan berupaya menemukan pemecahan selanjutnya setelah ditemukannya bukti perjalanan waktu tahun 1949, sayangnya, tidak ditemukan. Sementara itu, tim ilmuwan dari California Institute of Technology dan Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat, baru-baru ini telah menemukan sebuah model alam semesta, yang bisa membuat panah waktu mengalir dalam arah yang berlawanan.

Selama ini, para ilmuwan berupaya menemukan bukti yang sesungguhnya dari ruang-waktu paralel.

Dengan menggunakan entropi sebagai dasar untuk model mereka, Dr. Alan Guth dari MIT menemukan bahwa di alam semesta paralel dan Godel cosmos, waktu bisa berjalan mundur. Terutama di alam semesta paralel, hampir semua alam semesta memiliki satu panah waktu yang jelas, dan panah yang menyusuri waktu menandakan peningkatan.

Namun, di alam semesta paralel, peningkatan itu berkurang, ini berarti tingkat gangguan juga berkurang, alam semesta kembali dalam bentuk aslinya semula, dan waktu pun berjalan mundur. Temuan ini merupakan bukti baru tentang waktu berputar kembali. Mungkin teori relativitas Einstein telah membuka pintu alam semesta, dimana masih ada banyak teori yang tidak kita ketahui di dalamnya. Hingga kini masih terlalu banyak hal-hal yang tidak dipahami umat manusia terkait misteri alam semesta.

Ilmuwan Mungkin Telah Menemukan Bukti Persilangan Alam Semesta Kita dengan Semesta Paralel.

Konsep tentang alam semesta paralel kerap muncul dalam cerita fiksi ilmiah, mungkin para ilmuwan telah menemukan bukti keberadaan multiverse, dan tampaknya saling silang menyilang dengan alam semesta kita.

Laman Inverse menyebutkan bahwa teleskop Planck telah menggambarkan cosmic microwave background-CMB atau radiasi latar belakang gelombang mikro kosmis yang ditinggalkan alam semesta awal, yang mungkin merupakan sebuah materi alam semesta yang penting. Kosmolog Caltech Ranga-Ram Chary membandingkan CMB ini dengan gambar seluruh langit malam yang juga diambil oleh teleskop Planck, dan menemukan sebuah patch/sebidang cahaya ganjil yang terlihat 4.500 kali lebih terang dari yang seharusnya.

Makalah terkait menyebutkan itu bisa jadi merupakan bukti “tabrakan” antar alam semesta kita dengan semesta lain, namun, tabrakan ini sangat jauh berbeda dengan tabrakan yang pernah kita saksikan sebelumnya. Bidang yang terlihat 4,500 kali lebih terang dari seharusnya dalam peta CMB itu apa sebenarnya? Ya benar, tampaknya itu sesuai dengan suatu kondisi tertentu. Dan jika benar, berarti sinyal itu disebabkan oleh interaksi antara alam semesta kita dan alam semesta lain yang terjadi pada ratusan ribu tahun silam setelah Big Bang. Bidang yang terlalu terang itu, kemungkinan sebuah arus energi alam semesta yang dipenuhi dengan elektron dan proton.

Mereka diduga berasal dari era dalam evolusi alam semesta yang dikenal sebagai rekombinasi, ketika elektron dan proton pertama dikombinasikan untuk menciptakan hidrogen. Era ini memiliki spektrum warna khas karena terbatasnya jumlah atom di sekitar, yang berarti ia memiliki penampilan yang unik dan anomalinya dapat dengan mudah terlihat.

Implikasinya adalah tabrakan alam semesta kita dengan alam semesta alternatif yang memiliki kepadatan baryon tinggi bertanggung jawab untuk membuat jejak garis rekombinasi terang ini.’

Temuan ini membuat gembira astronom lain yang percaya akan hal ini, meskipun pekerjaan lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan sinyal yang mereka lihat. (Secretchina/joni/rmat)

Catatan : Ini hanya sebuah teori untuk menjelaskan temuan tersebut, dan masih sangat sulit dianalis dengan spectral. Namun, temuan ini masih cukup menarik, dan penjelasan multiverse ini terdengar masih masuk akal daripada teori-teori lainnya.

 

 

Share

Video Popular