Ladang surya tersebut tidak terlihat dari jalan, dan satu-satunya cara untuk melihatnya adalah jika Anda terbang di dekat Bandara Heathrow, atau tinggal di lokasi tinggi di sekitarnya.

Dibangun pada waduk Ratu Elizabeth II di kota Walton di atas sungai Thames, fitur yang tersusun terdiri dari 23.046 panel surya dengan ukuran 57.500 meter persegi.

Dengan biaya £6 juta, atau sekitar Rp 115 miliar, ladang tersebut telah menghabiskan waktu tiga bulan untuk membangunnya sehingga bisa menghasilkan listrik yang cukup untuk 1.800 rumah,dengan output daya tertinggi 6,3 megawatt.

Panel menutupi sekitar 10 persen dari waduk Ratu Elizabeth II dan dianggap tidak memiliki dampak lingkungan yang besar, karena fungsi waduk terutama ditujukan untuk memasok air minum.

Sebuah keuntungan dari panel terapung adalah bahwa air memiliki manfaat yang membantu untuk mendinginkan rangkaian tersebut. Tidak seperti di darat, panel surya di sini tidak memerlukan izin perencanaan, dan mereka memiliki keuntungan tambahan bahwa instalasi mereka tidak perlu kehilangan hasil pertanian apapun.

Ponton (perahu dengan dasar mendatar) untuk menyangga panel surya terapung tersebut adalah sejumlah 61.000 dengan 177 jangkar. Daya listrik akan digunakan oleh Thames Water untuk mensuplai energi ke instalasi pengolahan airnya.

Sebuah ladang terapung serupa juga akan dibangun di waduk oleh United Utilities di Manchester. Namun rekor dunia tidak akan tetap di tangan Inggris dalam waktu lama.

Jepang sedang membangun waduk terapung di Jepang yang akan menjadi dua kali ukuran rangkaian QEII saat selesai pada tahun 2018 nanti.

Rangkaian terapung pada bendungan Yamakura di Chiba, yang akan mengukur 180.000 meter persegi saat selesai. Sejak bencana 2011 di Fukushima, Jepang telah menciptakan sejumlah ladang surya di terapung atas air karena telah berpaling dari tenaga nuklir, dan ketersediaan lahan tanah sangat terbatas.

Bahkan meskipun ukurannya besar ladang terapung terbesar itu telah dikerdilkan oleh ladang surya berbasis tanah daratan, pembangkit listrik yang diusulkan di Jepang tidak akan membuat 100 top terbesar ladang surya berbasis tanah daratan di dunia. (ran)

Share

Video Popular