Seorang komandan penjara pada masa pemerintahan Partai Komunis Rumania dituduh bertanggung jawab atas kematian 103 orang tahanan politik. Baru-baru ini, ia dijatuhi hukuman 20 tahun penjara oleh pemerintah Rumania karena melakukan kejahatan terhadap kemanusian.

Menurut laporan BBC bahwa di sebuah pengadilan ibukota Rumania Bucharest, mantan komandan berusia 87 tahun yang bernama Ion Ficior itu didakwa pada tahun antara 1958 – 1963 telah melakukan penindasan dan penganiayaan terhadap tahanan, dan menyebabkan 103 orang tahanan politik meninggal karenanya.

Pada masa Partai Komunis Rumania berkuasa, Ion Ficior ditunjuk  sebagai komandan di kamp kerja paksa terkenal yang terletak di Rumania timur. Ion Ficior dalam pengakuan mengatakan bahwa ia tidak berbuat salah sedikit pun kecuali hanya melaksanakan perintah atasan. Untuk itu dia diberikan kesempatan untuk mengajukan banding dalam waktu 10 hari.

Tahun lalu, seorang mantan komandan penjara lainnya, Alexandru Visinescu yang sudah berusia 89 tahun juga dijatuhi hukuman penjara selama 20 tahun karena kejahatan terhadap kemanusiaan juga.

Saat menjabat sebagai kepala kamp Ramnicu Sarat antara 1956 – 1963,  Alexandru Visinescu menyiksa tahanan dengan alat dan membiarkan mereka kelaparan.

Di antara tahun 1948 – 1964, ada sekitar 600.000 orang warga Rumania yang ditangkap oleh rezim Partai Komunis Rumania dan dijebloskan ke dalam penjara atau kamp sebagai tahanan politik. Mereka itu termasuk para pemuka agama, guru, dokter dan petani.

Menurut penelitian sejarahwan, karena kondisi penjara atau kamp yang sangat buruk. 1 di antara 5 orang tahanan menemui ajal karenanya.

Desember 1989, Kekuasaan Partai Komunis Rumania runtuh dan diktator Nicolae Ceausescu dieksekusi. Rumania baru bisa memulai melakukan penuntutan hukum terhadap para anggota Partai Komunis Rumania yang melakukan kejahatan kemanusiaan setelah 25 tahun berselang. Ion Ficior dan Alexandru Visinescu masing-masing adalah orang kedua dan pertama yang diseret ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sejak eksekusi terhadap diktator Rumania itu. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular