Oleh Zhang Tianliang

Akibat “Lima kesalahan serius” Xi Jinping yang meliputi organisasi, hukum, diplomatik, militer dan kehidupan pribadi,” 171 loyalitas Partai Komunis Tiongkok/ PKT mengirim surat terbuka yang berisi desakan kepada Komite Sentral PKT, militer dan seluruh rakyat Tiongkok untuk mengambil tindakan tegas berupa pemecatan Presiden Xi Jinping.

Selain itu 171 orang anggota yang setia kepada PKT itu juga menuntut Komite Sentral PKT, Kongres Nasional Rakyat Tiongkok untuk segera mengadakan pertemuan darurat guna membahas 5 kesalahan serius Xi Jinping, termasuk memecatnya dari seluruh jabatan baik  di pemerintahan maupun kemiliteran.

Surat terbuka tersebut tampaknya berkaitan dengan surat terbuka berjudul “Anggota Setia PKT Menghimbau Xi Jinping untuk Mengundurkan Diri” yang diedarkan pada saat berlangsungnya Dwi Konferensi. Surat terdahulu itu ditulis dengan nada yang seolah-olah menyarankan tetapi mengandung ancaman. Begini isinya, “Kami prihatin terhadap praktik-praktik yang dapat mengintensifkan perebutan kekuasaan serta perpecahan dalam partai, dan mungkin saja hal itu akan membawa akibat yang dapat mengancam keselamatan baik Anda maupun anggota keluarga.”

Surat terbuka itu sengaja diedarkan pada saat Xi Jinping sedang melakukan pelawatan ke Ceko kemudian ke Washington untuk mengikuti KTT Keamanan Nuklir Keempat. Jelas terlihat bahwa kelompok Jiang Zemin lagi-lagi “menghunuskan pisau.”

Usai Dwi Konferensi 2015, Xi jinping sebenarnya dijadwalkan untuk berkunjung ke Pakistan mengikuti perayaan hari kemerdekaan negara itu pada 23 Maret 2015. Namun Xi tidak jadi berangkat dengan alasan yang disamarkan, “Demi keamanan.” Padahal, kejadian yang kemudian berhasil terungkap adalah, bahwa Jiang Zemin dan Zeng Qinghong sedang merancang sebuah modus untuk melengserkan Xi Jinping dari jabatannya mumpung ia berada di luar negeri dengan cara seperti Komite Sentral PKT dahulu me-recall Hu Yaopang (almarhum). Rancangan kudeta tersebut mendapat dukungan dari kelompok Jiang lainnya seperti Li Lanqing, Li Changchun, Jia Qinglin. Zeng Qinghong ingin memanfaatkan kasus Lin Jiahua yang masih dalam pengusutan itu untuk memprovokasi konflik antara Xi Jinping dengan Hu Jintao, dan berharap Hu Jintao bersedia membantunya, tetapi Hu menolak. Rencana kudeta tersebut akhirnya bocor dan terungkap.

Anggota kelompok Jiang Zemin kembali berulah dengan mencoba memalsukan opini publik, berpura-pura mendukung demokrasi lalu menuntut rezim berkuasa untuk memberlakukan satu anggota satu suara kepada lebih dari 8.000 orang anggota PKT untuk memilih ketua dan anggota kabinetnya dalam Sidang Paripurna ke 19 nanti. Sebuah gertak sambal untuk melengserkan Xi Jinping.

Gerakan politik selama PKT berkuasa, seperti halnya dalam  usaha untuk melengserkan kedua mantan Ketua PKT yaitu Hu Yaopang maupun Zhao Ziyang, semuanya dilakukan dalam ruangan tertutup, tidak dengan cara kampanye media. Keputusan baru dipublikasikan setelah kesepakatan dibuat oleh para pejabat kompeten yang hadir dalam ruang tertutup itu.  Sekarang ini, kampanye media justru dikedepankan sebelum keputusan, membuktikan bahwa Jiang Zemin dan Zeng Qinghong sudah kehilangan kekuatan baik dalam partai, pemerintahan maupun militer. Mereka sudah tidak mampu mengambil keputusan untuk menyeret turun dan menangkap Xi Jinping kecuali dengan cara mendiskreditkannya melalui media. Kali ini Xi Jinping dapat berangkat ke luar negeri sesuai jadwal yang direncanakan mengisyaratkan bahwa kekuasaan masih kokoh dipegangnya.

Bila saja “171 orang anggota yang setia kepada PKT” begitu peduli terhadap nasib bangsa dan negara Tiongkok, mengapa ketika Jiang Zemin melakukan korupsi, merusak kebijakan partai dan militer, mendewakan diri, menindas Falun Gong, menandatangani pelepasan sejumlah wilayah milik Tiongkok sama sekali tidak disuarakan?

Ini hanya membuktikan bahwa “171 orang” itu adalah para antek Jiang Zemin, yang mungkin ada Jiang Zemin juga di dalamnya.

Xi Jinping merespon masalah ini dengan santai dan singkat. Media ‘Mingjing’ memberitakan bahwa Chen Guangbiao ditangkap karena terlibat selain kasus keuangan. Ia juga dipersalahkan karena berusaha menipu masyarakat internasional dengan membawa “korban bunuh diri Tiananmen” ke New York untuk kembali menghasut kebencian terhadap Falun Gong. Penangkapan diri Chen Guanbiao oleh rezim Xi Jinping selain urusan pertanggungjawaban yang bersangkutan terhadap perbuatannya, juga membuat Jiang Zemin ketar-ketir bila rezim mengungkit-ungkit kasus penganiayaan Falun Gong yang pernah ia dalangi di masa lalu.

Tidak heran kalau penjahat akan ketakutan saat menghadap eksekusi dirinya, demikian pula Jiang Zemin dan Zeng Qinghong. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular