Oleh: Chen Gang

Selama ini dugaan adanya makhluk asing atau yang lebih dikenal sebagai Alien di bulan itu tak lebih hanya dugaan orang-orang belaka, belum mendapatkan bukti yang kuat. Namun, baru-baru ini para ilmuwan menemukan suatu sumber energi yang misterius di bulan. Temuan yang mengejutkan ini barangkali akan memberikan bukti yang kuat terkait eksistensi alien di bulan.

Menurut informasi terbaru NASA, kemisteriusan bulan diyakini pasti tidak sebatas hanya pada proyek Apollo era 1969 – 1970 silam, bahkan hingga detik ini, wahana antariksa NASA yang mengeksplorasi bulan masih terus menjelajahi dan mempelajari satelit bumi ini.

Meskipun sejak program Apollo ketika itu, NASA tidak lagi melakukan pendaratan di bulan, namun, data yang diperoleh dari proyek Apollo tersebut terus dianalisis dan ditelaah selama ini, karena baru-baru ini NASA menemukan sesuatu yang baru di atas orbit bulan. The Lunar Orbiter Laser Altimeter menemukan reruntuhan cliff (lereng dengan dinding bagian atas menggantung) di sekeliling kawah bulan. Temuan ini menyiratkan adanya aktivitas suatu energi baru-baru ini di dalam perut bulan.

Diduga temuan ini erat kaitannya dengan basalt (salah satu Batuan Beku bersifat basa) baru yang ditemukan kendaraan rover Tiongkok yang disebut Yutu atau Jade Rabbit alias kelinci bulan di sekitar kawah ziwei   (Purple Palace)  karena wahana antariksa bulan tersebut mendarat di area aliran lava yang relatif lebih muda, apalagi juga terdapat kawah yang tersebar di sekelilingnya, sehingga landscape baru yang terbentuk di internal bulan akan tampak mencuat secara tabrakan antar benda langit kecil.

Keterangan gambar: Ilmuwan temukan aktivitas energi misterius di internal bulan. Ternyata di dalam perut Bulan tidak sunyi senyap seperti yang diduga selama ini, tapi ada aktivitas yang misterius. (Internet)
Keterangan gambar: Ilmuwan temukan aktivitas energi misterius di internal bulan. Ternyata di dalam perut Bulan tidak sunyi senyap seperti yang diduga selama ini, tapi ada aktivitas yang misterius. (Internet)

Dengan ditemukannya Basalt telah memperdalam pandangan kita tentang aktivitas energi internal bulan baru-baru ini, dan ini menyiratkan bahwa di dalam perut bulan tidak sunyi senyap seperti yang diduga selama ini. Sebelumnya di masa lalu, NASA pernah mengirim beberapa wahana antariksa berawak ke bulan semasa misi Apollo kala itu, dimana para astronot telah memasang seismograf di permukaan bulan. Dari data yang dianalisis pada 1970 itu menyimpulkan, bahwa di bulan juga ada moonquake (gempa bulan). Dalam rangka mencari sumber energi moonquake, selama hampir empat dekade para ilmuwan terus mempelajari bulan, dan menganalisis data-data terkait.

Dan pengunaan paket eksperimen ALSEP di bulan pada Apollo 16 adalah salah satu di antaranya, dengan masa pakai yang dirancang selama satu tahun, namun, penggunaan aktualnya berlangsung selama delapan tahun lamanya. The Apollo Lunar Surface Experiment Package-ALSEP total mencatat lebih dari 10.000 kali terjadi gempa bulan, dan lebih dari 200 kali diantaranya itu tidak dapat dijelaskan. Yang dimaksud tidak dapat dijelaskan  adalah, bahwa selain goncangan yang disebabkan gempa di kedalaman bulan, gempa bulan dangkal, dan  tabrakan antar benda langit, terdapat suatu aktivitas energi tertentu yang belum diketahui.

Terkait aktivitas energi misterius yang belum diketahui ini, apakah ada kaitannya dengan sisa aliran lava, sejauh ini para ilmuwan belum bisa menyimpulkannya, setidaknya kemunculannya itu telah menumbangkan pemahaman kita terhadap internal bulan. Menghadapi kenyataan ini, NASA berencana melakukan pengamatan lanjutan dalam misi eksplorasi bulan selanjutnya untuk menemukan sumber energi misterius ini. (Secretchina/joni/rmat)

Share

Video Popular