Oleh: Xu Jialin

Kelompok Pecinta Lingkungan Hidup baru-baru ini berhasil menangkap seekor badak Sumatera langka di Kalimantan, Indonesia. Demikian yang dinayatakan WWF/ World Wildlife Fund  pada Selasa (22/3/2016) . Selama 40 tahun ini, untuk kali pertama para peneliti bisa bersentuhan dengan badak yang terancam punah ini, sehingga membuat para ilmuwan tersebut teramat gembira.

Menurut laporan “USA Today” pada 24 Maret, “WWF dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa badak Sumatera selama ini telah dianggap punah, hingga pada suatu hari pada 2013, setelah para peneliti WWF menemukan jejak badak semacam ini dan menempatkan kamera di lokasi penemuan. Para peneliti berhasil memperoleh selembar foto dari badak ini, tetapi belum secara langsung menyaksikan sosok badak.

Menurut data organisasi tersebut, saat ini, kurang dari 100 badak Sumatera yang masih hidup di alam liar. Pada 2015, Malaysia bahkan telah mengumumkan secara resmi bahwa species badak liar Sumatera seluruhnya telah mengalami kepunahan di negara mereka.

Pada 12 Maret, para peneliti menyiapkan perangkap dan berhasil menangkap seekor badak betina Sumatera. Pak Efransjah, pemimpin WWF cabang Indonesia mengatakan dalam sebuah statement, badak tersebut untuk sementara ini ditempatkan di dalam kandang, yang kemudian akan dikirim dan hidup di kawasan hutan lindung, dimana para peneliti dapat melakukan program pembiakan.

“Dalam rangka untuk melindungi badak, ini merupakan pekerjaan yang berpacu dengan waktu. Demi menyediakan sebuah rumah yang aman bagi badak Sumatera, adalah satu-satunya harapan untuk membiarkan mereka bertahan hidup,” jelas Efransjah.

Ahli badak Conservation Union (IUCN) menggambarkan kali ini menemukannya adalah sangat langka, karena daerah tersebut memiliki hutan hujan lebat dan di tempat terpencil, sehingga selama bertahun-tahun tidak ada peneliti yang pernah menyaksikan badak Sumatera.

Selain itu pihak WWF juga menyatakan bahwa meskipun ukuran badak ini nampak cukup besar, tetapi badak Sumatera merupakan badak terkecil dalam species badak. Berbeda dengan badak-badak Asia lainnya, badak jenis ini memiliki dua tanduk.

Informasi dari Wikipedia menunjukkan, badak Sumatera adalah satu-satunya genus dari badak bercula dua, badak yang paling kecil yang masih eksis, tinggi bahu sekitar 130 cm, panjang 240-315 cm, dengan berat badan sekitar 700 kilogram. Badak Sumatera memiliki dua cula, dalam hal ini ia mirip dengan badak Putih dan badak Hitam dari Afrika, tetapi berbeda dari badak India dan badak Jawa dari benua Asia.

Badak Sumatera adalah badak berkulit wol yang terakhir yang masih hidup di dunia, populasinya pernah secara luas membentang di India, Bhutan, Bangladesh, Myanmar, Laos, Thailand, Malaysia dan hutan hujan serta rawa Indonesia.

Badak Sumatera terancam punah terutama dikarenakan perburuan liar badak yang tergiur guna mendapatkan cula mereka untuk kemudian dijual di pasar gelap. Situasi perburuan liar badak-badak di Afrika juga sangat serius. (hui/whs/rmat)

Share

Video Popular