JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia menerima sebanyak 888.309 kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman pada Maret 2016. Jumlah ini menunjukkan kenaikan 5,26 persen dibanding kunjungan Februari 2015.  Jika dibandingkan dengan Januari 2016, mengalami kenaikan sebesar 9,09 persen.

Hal demikian diungkapkan oleh Kepala BPS Suryamin di kantornya, Jakarta, Jumat (1/4/2016). Jumpa Pers ini terkait angka Inflasi Maret 2016  termasuk perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Maret 2016.

BPS mencatat, secara rinci sebanyak  25.129 turis asing berkunjung ke Indonesia mereka ada bertujuan mencari kerja dengan masa di bawah satu tahun. Secara jumlah, wisman dari Tiongkok merupakan yang terbanyak dari wisatawan mancanegara lainnya. Jumlah wisman Tiongkok 161.824 kunjungan. Angka ini menunjukkan peningakatan dibandingkan Februari 2016 sebesar 143.782 kunjungan.

Wisman lainnya yang terbanyak berasal dari Singapura, 110.261 kunjungan dari sebelumnya 97.440 kunjungan. Sedangkan Malaysia  meningkat dari 97.792 kunjungan menjadi 98.331 kunjungan.

Tak hanya peningkatan dari wisman Tiongkok, Singapura dan Malaysia, kunjungan wisman juga mengalami penurunan.  Negara wisman yang mengalami penurunan adalah Australia dari 82.018 kunjungan menjadi 75.331 kunjungan ditenggarai travel warning. Sementara Jepang juga menurun dari 46.333 kunjungan menjadi 42.186 kunjungan.

Menurut BPS, jumlah kunjungan wisman  reguler melalui Bandara Ngurah Rai, Bali pada Februari 2016 naik 10,19 persen dibandingkan Februari 2015, yaitu dari 333,1 ribu kunjungan menjadi 367,0  ribu kunjungan.  Begitu pula, jika dibanding Januari 2015, jumlah kunjungan wisman reguler melalui Bandara Ngurah Rai, Bali naik,sebesar 6,80 persen.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi pada  Februari 2016 mencapai rata-rata 52,15 persen atau naik 4,56 poin dibandingkan dengan TPK Februari 2015 yang tercatat sebesar 47,59 persen. Begitu pula, jika dibanding TPK Januari 2016, TPK hotel berbintang pada Februari 2016 naik 2,82  poin.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 27 provinsi selama Februari  2016 tercatat sebesar 1,83 hari, terjadi penurunan 0,15 poin jika dibandingkan keadaan  Februari 2015. (asr)

Share

Video Popular