Oleh : Ye Ziwei

Ilmuwan menemukan suhu materi yang disemburkan quasar atau bintang semu lebih tinggi 100 kali dari tingkat super tingginya, sehingga mendobrak teori tentang materi semburan bintang semu/quasar.

Astronom kerap menemukan fenomena yang dapat menumbangkan pemahaman kita, sehingga mengubah teori fisika, dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap alam semesta, demikian dilansir “Daily Mail” Inggris, Rabu (30/3/ 2016).

Salah satu contoh terbaru adalah, ditemukannya arus suhu materi yang disemburkan quasar bahkan jauh lebih tinggi 100 kali dari batas suhu maksimum yang diperkirakan sebelumnya, yakni mencapai 10 triliun Kelvin.

Benda angkasa tersebut merupakan sebuah quasar atau bintang semu yang ditemukan pada 1963, dan dinamakan Quasar 3C 273, terletak sekitar 2 miliar tahun cahaya dari Bumi. Menyemburkan arus materi hampir dengan kecepatan cahaya, dan unsur utamanya adalah gelombang radio.

Dengan menggunakan Radio Astron, yakni teleskop luar angkasa milik Rusia dan empat teleskop radio yang tersebar 161,000 km di permukaan bumi, para ilmuwan melakukan pengamatan beresolusi tinggi, dan mendapatkan hasil yang luar biasa.

Ilmuwan sebelumnya pernah menggunakan Chandra Space Telescope mengamati pancaran materi dari quasar 3C273. (Wikipedia)
Ilmuwan sebelumnya pernah menggunakan Chandra Space Telescope mengamati pancaran materi dari quasar 3C273. (Wikipedia)

Kestabilan pancaran materi melampaui 100 kali dari batas teoritis.

Berdasarkan teori saat ini, para ilmuwan memperkirakan suhu dari arus materinya tidak melebihi 100 miliar Kelvin. Namun, hasil pengamatan aktualnya melampaui 100 kali dari nilai teoritis, dengan suhu hingga 10 triliun Kelvin.

Temperature 10 triliun suhu kelvin yang dimiliki arus semburan materi dari Quasar 3C273 itu kurang lebih adalah 170 juta kali-nya dari suhu permukaan matahari.

Sehubungan dengan fenomena astronomi yang mencengangkan ini, Dr. Michael Johnson, fisikawan di Harvard – Smithsonian Center for Astrophysics-CFA mengatakan, “Fenomena astronomi ini seperti arus panas di atas nyala lilin. Sebelumnya tidak pernah ditemukan benda langit dengan suhu esktrim tinggi seperti ini,”

Sementara itu menurut penuturan Yuri Kovalev, ilmuwan proyek observasi Space Telescope RadioAstron, “Kita tidak mengerti mengapa ada suhu yang sedemikian tingginya di sana. Dan hasil temuan ini memberi tantangan yang sangat berarti atas teori semburan (materi) quasar / bintang semu sejauh ini.” (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular