Oleh: Sheldon Zerden

Kita memiliki 100 triliun sel, 60 miliar sel otak, dan sel-sel darah merah (sebuah bidal berisi 5 miliar). Semua sel yang membentuk tubuh kita harus ternutrisi dan teroksigen. Vitamin yang diperlukan untuk melakukan ‘tugas’ tersebut semestinya menjadi bagian dari makanan yang baik, namun sayangnya mereka tidak melakukan tugas dengan semestinya.

Ada dua jenis vitamin: Vitamin yang larut dalam air dan larut dalam lemak. Tubuh kita memanfaatkan vitamin yang larut dalam air, dan bagian yang tidak digunakan akan dibuang.

Vitamin yang larut dalam lemak akan diserap oleh asam lemak dalam sistem kita. Salah satu konsekuensi dari kecenderungan rendah lemak, seperti misalnya makanan rendah kolesterol. Dan tubuh perlu cukup asupan asam lemak esensial (EFA), yang dibutuhkan untuk memanfaatkan vitamin yang larut dalam lemak.

Lemak lainnya dapat dibuat dalam tubuh kita. Alasan mengapa EFA dianggap penting karena tubuh kita tidak dapat membuat sendiri sehingga perlu dibantu dalam bentuk konsumsi makanan atau disediakan dalam bentuk suplemen.

Vitamin yang larut dalam air yakni B-1, B-2, B-3, B-5, B-6, asam folat, biotin, vitamin C, dan lain-lain. Vitamin yang larut dalam lemak adalah A, D, E, dan K. Banyak buku ditulis mengenai vitamin, sumber makanan, penyakit yang dapat mereka mencegah, dan kondisi yang disebabkan karena kekurangan mereka.

Penting dipahami bahwa makanan yang sehat harus mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk menerapkan gaya hidup sehat. Kebanyakan makanan tidak memberikan nutrisi dan harus diperkaya atau ditingkatkan dengan sumber multivitamin setiap hari. Dengan melakukan hal tersebut, dapat dikatakan sebagai perlindungan tambahan tubuh untuk mendapatkan semua nutrisi yang diperlukan pada tingkat optimum dan menjaga Anda dalam kondisi kesehatan terbaik. (Epochtimes /Feb/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular