Cerebral vascular insufficiency mengacu pada gangguan fungsi otak karena kurangnya pasokan darah pada sebagian otak yang disebabkan oleh berbagai faktor. Gejala utama: pusing, sakit kepala, gangguan tidur, daya ingat menurun, durasi biasanya berlangsung lebih dari dua bulan. Faktor kurangnya pasokan darah berhubungan dengan arteriosklerosis serebral atau penyempitan dan pengerasan pembuluh darah di otak.

Bahaya dari kurangnya pasokan darah di otak

1. Rentan terjadi stroke

Di antara parobaya yang berusia lebih dari 40 tahun, fenomena chronic cerebral circulation insufficiency itu sangat umum ditemui, Sementara itu, hasil penelitian dokter lebih lanjut terkait chronic cerebral circulation insufficiency ini menunjukkan : Jika chronic cerebral circulation insufficiency ini diabaikan, maka perlahan tapi pasti akan berkembang menjadi penyakit yang rentan menyebabkan demensia dan penyakit stroke.

2. Disfungsi pada sel saraf motorik

Karena cerebral circulation insufficiency (kurangnya pasokan darah ke otak) sehingga terjadi disfungsi pada sel saraf motorik yang mengendalikan gerakan tubuh manusia. Dan manifestasi yang sering ditemui, seperti misalnya salah satu bibir akan terasa berat saat tersenyum, air liur menetes, sulit mengucapkan kata-kata ketika berbicara dan tidak jelas, berbelit-belit, sulit menelan, gangguan pada gerakan anggota tubuh, ataksia (kehilangan keseimbangan tubuh saat berjalan) atau tiba-tiba jatuh, bahkan ada yang mengalami spastisitas (kontraksi otot yang menyebabkan kekakuan, nyeri, dan mengganggu gerakan anggota tubuh).

3.Disfungsi sensori integrasi (gangguan panca indera)

Karena kurangnya pasokan darah ke otak, sehingga memengaruhi area analisi otak, organ sensor (indera) dan serabut saraf sensorik, manifestasinya berupa kebas pada bagian wajah, lidah, bibir dan sebelah anggota tubuh kesemutan atau mati rasa atau sensasi benda asin. Ada yang penglihatannya kabur, bahkan kebutaan sementara secara mendadak. Tidak sedikit juga yang tiba-tiba merasa pusing mata berkunang. Sebagian anggota tubuhnya mengalami nyeri spontan, selain itu juga ada yang tiba-tiba mengalami initus (telinga berdering, berdesir, atau jenis suara yang tampaknya berasal di telinga atau kepala), gangguan pada pendengaran dan sebagainya.

4.Ketidaknormalan pada kesadaran mental

Jika selalu mengantuk, dan tertidur sepanjang hari, bukan dikarenakan lelah ekstrim, tapi itu adalah tanda-tanda kurangnya pasokan darah di otak. Ada juga yang gejalanya berupa insomnia, ada yang mengalami perubahan perilaku, misalnya mengasingkan diri (menjauhi teman sekitar) dan bertingkah aneh, diam atau acuh tak acuh, sementara ada juga yang banyak bicara dan lekas marah . Selain itu, ada yang kesadarannya hilang sesaat atau penurunan intelektual, bahkan kehilangan kemampuan menilai / mempertimbangkan sesuatu secara normal.

Aliran darah rata-rata orang dewasa yang menuju ke jaringan otak adalah 40-60 ml/100 g / menit, sementara kurangnya pasokan darah ke otak sangat sensitif, karena itu, seseorang akan salah menilai atau mengalami gangguan pada kesadarannya ketika pasokan darah turun hingga 75% -85% dari nilai normal, dan tidak akan sadarkan diri atau pingsan ketika pasokan darah turun pada kisaran 51% -65%.

Faktor penyebab kurangnya pasokan darah ke jaringan otak

1. Keruskan pada dinding pembuluh darah, penyempitan lumen (saluran di dalam pembuluh tubuh),

Setelah terus menerus menggunakan otak (berpikir) secara ekstrim, kerap secara relatif terjadi kurangnya pasokan darah ke jaringan otak.

Aterosklerosis serebral, pembentukan plak di dinding pembuluh darah, lumen atau saluran di dalam pembuluh tubuh menjadi sempit, menipis, meningkatnya resistensi pembuluh darah sehingga berimbas pada kurangnya aliran darah. Terutama setelah terus menerus menguras pikiran secara berlebihan, sehingga acapkali secara relatif terjadi kurangnya pasokan darah ke jaringan otak.

2. Turunnya tekanan darah, aliran darah lambat

Berkurangnya stroke volume (jumlah darah yang dipompakan) menyebabkan kurangnya pasokan darah ke jaringan otak. Bagi mereka yang menderita arteriosclerosis (kekakuan pembuluh darah), dimana pada saat tidur di malam hari tekanan darahnya menurun dibandingkan siang hari, imbasnya aliran darah melambat, dan akan terjadi kurangnya pasokan darah ke jaringan otak saat bangun di pagi hari.(Secretchina/Jhn/Yant)

Share

Video Popular