Oleh: Su Yang

Astronom Amerika menemukan galaksi paling terang di alam semesta yang pernah ditemukan hingga saat ini. Saking terangnya hingga tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Karena belum ada rujukan istilah ilmiah yang sesuai, untuk sementara para astronom memutuskan menggambarkannya dengan “outrageously luminous.”

Dengan menggunakan Large Millimeter Telescope di Meksiko, para peneliti di University of Massachusetts Amherst, Amerika Serikat, menemukan galaksi-galaksi yang paling terang di alam semesta, dan mereka memperkirakan galaksi-galaksi ini berusia 10 miliar tahun atau terbentuk sekitar 4 miliar tahun setelah dentuman Big Bang.

Menurut para peneliti, ilmuwan biasanya mengklasifikasi sumber cahaya suatu benda langit menggunakan satuan ukuran yang disebut solar luminosity. Jika intensitas cahaya inframerah dari galaksi mencapai 1 triliun luminositas matahari, disebut ultra-luminous atau hyper-luminous jika tingkat luminositas galaksinya 10 triliun dari luminositas matahari.

Namun, kecerahan galaksi-galaksi yang baru ditemukan ini mencapai 100 triliun luminositas matahari, sehingga para ilmuwan tidak memiliki istilah lagi yang sesuai untuk melukiskannya.

Galaksi seperti ini terlalu besar, terlalu terang, dan tidak ada perkiraannya secara teoritis, karena itu sebelumnya tidak ada yang mencoba untuk menemukan mereka. Tapi sekarang, baru diketahui galaksi itu ada dan ini akan membantu para astronom mempelajari lebih lanjut tentang proses awal alam semesta, serta proses pengumpulan materi dan pembentukan galaksi.

“Ini adalah proses yang rumit daripada yang dibayangkan,” kata para peneliti.

“Untuk sementara kami memutuskan menggunakan istilah outrageously luminous untuk menggambarkan galaksi-galaksi tersebut, karena untuk saat ini tidak ada istilah ilmiah yang sesuai untuk menggambarkan mereka,” kata Kevin Harrington, penulis dan akademisi dari University of Massachusetts Amherst, Amerika Serikat.

Menurut peneliti, galaksi-galaksi ini sebenarnya tidak benar-benar terlihat sangat besar, karena suatu fenomena yang disebut “gravitational lensing” bisa mempertajam cahaya mereka, sehingga ketika dilihat dari Bumi mereka tampak terang sekitar 10 kali dari yang sebenarnya.

Namun, faktor sesungguhnya yang membuat terang benda-benda langit ini karena proporsi pembentukan bintang mereka yang ekstrim tinggi. Galaksi dapat menghasilkan beberapa bintang setiap tahun dengan massa yang sebanding dengan matahari, dan hampir setiap jam, galaksi-galaksi ini dapat membentuk bintang baru di alam semesta. (Epochtimes/ joni/rmat)

Share

Video Popular