Media Korea Utara menggunakan cara cuci otak untuk menciptakan citra menonjol bagi sang pemimpin besar negara itu. Kim Jong-un yang lebih diktator daripada almarhum ayahnya telah digambar sedemikian rupa sehingga katanya sudah mampu mengemudi mobil, menembak tepat sasaran di saat usianya baru 3 tahun. Ia sudah bisa menjalankan kendaraan lapis baja atau tank pada usia 5 tahunan. 5 bahasa dunia mampu ia kuasai setelah mengikuti pendidikan perguruan tinggi di luar negeri.

Apakah rakyat Korea Utara mempercayai semua ‘kelihaian’ sang diktator itu ?

Media Jepang ‘Asia Press Network’ baru-baru ini melakukan survei diam-diam dengan mewawancarai sejumlah warga Korut melalui sambungan telepon. Tetapi hasil yang diperoleh justru pernyataan yang berbau mengkritik tindakan Kim Jong-un. Bahkan ada responden yang menjuluki sang diktator itu anak gede di pantat.

Seorang pria warga Hamgyongbuk-to Hoeryong menjelaskan bahwa keadaan sama sekali tidak berubah baik bahkan memburuk sejak Kim Jong-un berkuasa. Meskipun turis asing bisa menjumpai sebuah fenomena kehidupan warga Pyongyang yang hiruk pikuk penuh perdamaian, tetapi mayoritas rakyat masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Kader Partai Buruh dulunya hanya sesekali datang untuk meminta  upeti dari warga, tetapi sekarang pemerasan itu sudah bukan lagi sesekali tetapi acap kali dan dengan paksaan. Pria tersebut juga mengatakan, Kim Jong-un hanya seorang ‘anak gede’ di pantat yang sangat konyol. Gembar-gembor ‘kelihaiannya’ itu hanya menggiring orang untuk berpikir bahwa itu adalah sesuatu yang di luar normal.

Terhadap pendewaan Kim Jong-un yang dipropagandakan Partai Buruh Korea Utara, pria tersebut berbalik tanya, “Mana saksi matanya? Adakah orang di dunia ini yang bisa mempercayai bahwa anak berumur 3 tahun sudah mampu menembak tepat sasaran, menyetir mobil dan seterusnya?”

Pada kenyataannya semua orang Korea Utara juga tahu, lebih baik berlagak seolah-olah tertipu daripada ditangkap rezim karena melawan. Karena tidak ada warga yang berani secara terbuka mengkritik Kim Jong-un. Tetapi, dalam lingkungan yang dianggap aman seperti pertemuan anggota keluarga atau teman. Semua orang juga mengeluarkan kata-kata yang mengumpat pemimpin besar itu.

“Kim Jong-un menguasai 5 bahasa dunia, percayakah?”

Seorang mantan pengawal keluarga Kim bernama Li Yong-guk mengatakan bahwa meskipun ia mengikuti pendidikan di Swiss, namun selain bermain game tidak ada ilmu yang ia kuasai. Ia bahkan menggunakan identitas palsu ketika belajar di Universitas Jenewa.

Dikabarkan pula bahwa sejak awal tahun ini, tulisan ‘Kim Jong-un Anjing XX’ sering muncul di tempelan-tempelan dinding. Tulisan dengan tinta spidol dibubuhkan di bagian tertentu dari poster atau spanduk. Seorang warga lokal menyebutkan bahwa di bagian bawah dari poster besar bergambar Kim Jong-un yang diletakkan di stasiun Bochon, Ryanggang-do terdapat tulisan tinta yang mencaci maki diktator itu. Berita akhirnya cepat tersebar luas karena bertepatan dengan acara tahun baru sehingga banyak warga yang berlalu lalang dan melihatnya.

Saat ini, Dewan Keamanan PBB menerapkan sanksi yang paling berat terhadap Korea Utara yang terus mengembangkan senjata nuklir. Hal ini membuat kehidupan mayoritas rakyatnya yang sudah sulit semakin sengsara. Rakyat mulai berpikir mengapa di bawah kepemimpinan ‘superman’ Kim Jong-un kondisi ekonomi negara terus memburuk. Tidak heran bila api kebencian terhadap sang pemimpin itu akan berkobar dalam hati sebagian besar rakyat Korut.

Media Korut ‘Daily NK’ mengutip berita yang disampaikan oleh Kementerian Perdagangan Korut melaporkan bahwa sanksi internasional membawa dampak besar bagi perekonomian Korea Utara.  Kini, banyak barang kebutuhan sudah kehabisan stok. Bahkan ada warga yang tak segan untuk menyampaikan harapan mudah-mudahan AS secepatnya menggulingkan kekuasaan Kim Jong-un agar rakyat bisa memperoleh kebebasan yang sesungguhnya. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular