Misteri Hilangnya ‘Hobbit’ dari Indonesia

946
Manusia hobbit dari pulau Flores
Homo floresiensis dijuluki Hobbit dalam novel “The Hobbit”. Dalam foto Martin Freeman digambarkan sebagai Bilbo Baggins dalam film “Lord of The Rings”

Masih ingat dengan film “Lord of The Rings” dimana salah satu bintang penting yang mempunyai peranan memberantas raja kejahatan yang hendak memusnahkan seluruh manusia, adalah manusia ukuran mungil yang disebut manusia Hobbit ?

Mereka adalah spesies manusia berukuran kecil yang misterius, yang diperkirakan hidup terisolasi di sebuah pulau tropis, pulau Flores, di Indonesia selama ribuan tahun.

Hobbit Flores, juga dikenal sebagai Homo floresiensis, diyakini bahkan telah hidup lebih lama dari Neanderthal di pulau surga mereka, yang masih hidup hanya sampai 12.000 tahun yang lalu.

Namun penggalian baru di gua di mana sisa-sisa fosil mereka ditemukan sekarang menjelaskan manusia mungil itu mati jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.

Dalam studi ini menunjukkan Hobbit Flores menghilang sekitar 50.000 tahun yang lalu, yang berarti mereka mungkin tidak hidup bersama manusia modern seperti yang telah disampaikan di masa lalu.

Bahkan, temuan tersebut menimbulkan pertanyaan menggoda tentang nasib akhir dari spesies manusia primitif ini dan apakah kedatangan manusia modern di pulau mereka diartikan sebagai azab bagi mereka.

gua Liang Bua di pulau Flores, tempat hidupnya hobbit
Penggalian baru di gua Liang Bua di pulau Flores, dimana sisa-sisa hobbit ditemukan telah menjelaskan bahwa penggalian asli tersebut telah membuat kesalahan ketika memperkirakan usia hobbit. Sebaliknya mereka telah menemukan fosil dan alat-alat batu yang digunakan hobbit berusia dari antara 190.000 tahun yang lalu sampai 50.000 tahun yang lalu.

Profesor Maxime Aubert, seorang arkeolog di Griffith University, Queensland, Australia, mengatakan, “Homo floresiensis tampaknya telah menghilang segera setelah spesies kita mencapai Flores, menunjukkan bahka kita yang membawa mereka ke kepunahan.”

Sisa-sisa kerangka Hobbit termuda terjadi pada 60.000 tahun yang lalu tetapi bukti tentang peralatan-peralatan batu sederhana mereka berlanjut sampai 50.000 tahun yang lalu. Setelah ini tidak ada jejak lebih tentang manusia tersebut.

Penggalian baru ini membantu untuk menyelesaikan salah satu dari banyak kontroversi yang sedang berlangsung seputar Hobbit Flores. Ketika mereka pertama kali ditemukan, banyak antropolog percaya mereka adalah Homo sapiens yang menderita beberapa jenis dari dwarfisme (abnormal) atau kondisi genetik seperti sindrom Down atau kretinisme (kelainan hormonal pada anak-anak) endemik.

Namun, studi terbaru telah meyakinkan banyak ahli bahwa Hobbit benar-benar spesies yang terpisah.

Diperkirakan manusia kecil itu mungkin telah berevolusi dari cabang yang lebih tua dari silsilah keluarga manusia, mungkin Homo erectus, setelah terisolasi di pulau itu hingga satu juta tahun.

Analisis awal dari situs di mana mereka ditemukan menjelaskan bahwa mereka tinggal di gua Liang Bua di Flores dari mulai sekitar 94.000 tahun yang lalu sampai 12.000 tahun yang lalu.

Karena manusia modern diperkirakan telah mencapai Australia dari Asia sekitar 50.000 tahun yang lalu, ini menunjukkan Hobbit kemungkinan telah hidup berdampingan dengan Homo sapiens.

Tapi penggalian yang baru saja di gua Liang Bua, di daerah yang tidak terungkap dalam penggalian yang masih asli, telah menunjukkan bahwa lapisan sedimen itu adalah yang sekarang terendap secara merata.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal “Nature”, Profesor Aubert dan rekan-rekannya mengatakan sisa-sisa kerangka Homo floresiensis ditemukan di dalam timbunan sekitar 100.000 hingga 60.000 tahun.

Alat-alat batu yang terkait dengan hobbit yang ditemukan dalam timbunan sedimen yang berkisar dari 190.000 sampai 50.000 tahun.

Manusia hobbit, manusia kecil dengan tinggi 1,5 meter
Tengkorak Flores hobbit (kiri) jauh lebih kecil dari manusia modern, Homo sapien, (kanan), yang mengarahkan para antropolog untuk mengklaim bahwa hobbit mungkin telah cukup menderita dalam bentuk dwarfisme (abnormal), tetapi studi terbaru menunjukkan mereka adalah spesies terpisah.

Dr Adam Brumm, arkeolog lain di Griffith University yang mengambil bagian dalam studi ini, mengatakan sekarang nampaknya para Hobbit mungkin telah mengalami nasib yang sama yang menimpa Neanderthal sekitar 40.000 tahun yang lalu.

Ketika spesies kita, Homo sapiens, pindah ke wilayah mereka karena mereka menyebar dari Afrika, mereka hanya tahu berkompetisi dengan spesies manusia lainnya dan menggantikan mereka dalam waktu hanya beberapa ribu tahun.

Dr Brumm mengatakan, “Mereka mungkin telah mundur ke bagian yang lebih jauh dari Flores, tapi itu adalah tempat yang kecil dan mereka tidak bisa menghindari spesies kita dalam waktu lama. Dan saya pikir hari-hari mereka ditandai di saat kita menginjakkan kaki di pulau itu.”

Siapa Hobbit Flores

Tinggi sekitar 1,5 meter, penduduk gua Liang Bua di pulau terpencil, pulau Flores, Indonesia, diketahui dari sedikit sisa-sisa yang terpisah-pisah. Sisa-sisa pertama ditemukan pada tahun 2003 dan kemudian kerangka-kerangka yang tidak utuh dari sembilan orang, termasuk satu tengkorak lengkap telah digali.

Para peneliti percaya manusia kecil itu adalah keturunan manusia prasejarah, Homo erectus, yang menjadi terisolasi di pulau sekitar satu juta tahun yang lalu ketika itu masih memungkinkan untuk berjalan menyeberang dari daratan yang lebih besar.

Karena permukaan air laut naik yang memotong daratan, kerabat manusia purba ini kemudian harus bertahan pada makanan yang bisa mereka temukan, mereka berevolusi menjadi bertubuh kecil.

Para ilmuwan sebelumnya telah mengatakan bahwa mereka adalah pemburu pintar karena telah ditemukan bukti peralatan berburu, pemotongan, dan kebakaran. (ran)