Oleh: Lin Yan

Mungkinkah ada tiga matahari di angkasa?

“Bisa saja jika kita berada di planet KELT-4Ab, kita akan menyaksikan 3 matahari di langit,” kata astronom.

Kelt-4Ab adalah sebuah “Jupiter panas” atau planet gas raksasa serupa Jupiter dengan suhu jauh lebih tinggi dari Jupiter, terletak 680 tahun cahaya dari Bumi. Kelt-4AB berotasi mengelilingi bintang Kelt-A, sementara KELT-A berotasi mengitari sebuah sistem bintang ganda di sekitarnya. Sistem biner atau bintang ganda merupakan sistem bintang yang memiliki dua bintang yang saling mengorbit satu sama lain, karena itu, akan terlihat 3 matahari saat kita menengadahkan kepala ke langit dari permukaan KELT-4Ab.

Bersama dengan ilmuwan lainnya, Jason Eastman, astronom dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, menemuan planet-planet ini menggunakan dua teleskop robot canggih bernama Kelt yang terletak di Arizona dan Afrika Selatan, demikian dilansir dari Scientific American- SciAm, Kamis (31/3/2016).

Nama planet Kelt-4Ab ini diambil dari nama teleskop Kelt. Dari atas planet KELT-4Ab, tiga matahari yang terlihat tidak sama secara ukuran. Jika kita berdiri di atas permukaan Kelt-4Ab, bisa kita saksikan matahari tunggal KELT-A yang sangat besar, jauh lebih besar 40 kali dari matahari yang kita lihat di bumi dan dua matahari kecil. Dua matahari kecil ini adalah bintang dari sistem biner, dan mungkin akan keliru menafsirkannya sebagai dua bulan purnama yang saling terpisah sepanjang jari kelingking.

Konkretnya,  KELT-4Ab hanya membutuhkan 3 hari untuk mengitari bintang induknya. Sementara dua matahari lainnya, yakni Kelt-B dan Kelt-C saling mengorbit dalam periode 30 tahun sekali putaran. Dua matahari ini membutuhkan waktu sekitar 4000 tahun untuk mengitari bintang KELT-4Ab.

“Adapun mengenai karakteristik Jupiter panas Kelt-4Ab ini, tidak pernah terpikirkan sebelumnya dan sama sekali tidak pernah terlintas dalam benak akan ada Jupiter panas,” kata Jason Eastman.

Eastman menambahkan jika merujuk teori-teori yang berkembang sebelumnya, planet ini tidak seharusnya ada. Kalaupun ada, planet ini mestinya berjarak lebih jauh dari bintang induknya. Seperti halnya planet Jupiter yang strukturnya sangat mirip sebagai planet gas. Kedekatan Hot Jupiter dengan mataharinya jadi pertanyaan baru dalam ilmu astronomi. Sebagai jawaban sementara, ilmuwan memunculkan teori bahwa kedekatan Planet dengan mataharinya itu adalah bentuk migrasi akibat panas dari ketiga matahari di sekitarnya.

Sebelumnya, para peneliti pernah sekilas mengamati planet ini pada 1973. Dan saat itu ilmuwan hanya melihat dua matahari. Kini, setelah hampir 40 tahun kemudian, Eastman dan rekan-rekan menemukan bahwa salah satu dari matahari tersebut menyatu dengan matahari lainnya sehingga tak terlihat sebagai dua matahari yang berbeda.

“Dalam pengamatan sebelumnya, Kelt-4B dan Kelt-A tampak seperti satu bintang,” kata Eastman.

Ilmuwan telah banyak menemukan planet asing dengan satu atau dua matahari di langitnya, namun temuan baru-baru ini ada planet asing yang memiliki tiga matahari. Selama ini temuan planet dengan tiga matahari terbilang langka.

Dalam misi yang direncanakan beberapa tahun ke depan, Badan Antariksa Eropa dengan teleskop Gaia canggih  miliknya juga akan mengadakan penelitian terkait keakuratan jarak dari bumi, pengukuran massa dan radius planet serta ketiga mataharinya. (Epochtimes/ joni/ rmat)

 

 

Share

Video Popular