Oleh Qin Yufei

Dengan pelambanan ekonomi Tiongkok. Pemerintah daerah di seluruh Tiongkok berusaha untuk merevitalisasi pariwisata sebagai mesin baru dalam menggalakkan pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, sebagai bagian dari persiapan “jaman keemasan” pariwisata, ribuan toilet umum telah dibangun di tempat-tempat yang ramai yang didatangi wisatawan dari dalam negeri maupun luar negeri.

Meskipun rancangan reformasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masih saja menemui situasi mentok sana mentok sini, tetapi para pejabat Pemda di seluruh Tiongkok bersepakat untuk mengibarkan bendera ‘revolusi toilet’ demi kepentingan pembangunan. Menurut data yang terhimpun Dinas Pariwisata Nasional Tiongkok bahwa Pemda di berbagai lokasi wisata telah mendirikan sejumlah bangunan toilet baru dan meng-upgrade bangunan lama, serta menyelesaikan pemasangan 14.320 kloset duduk baru dan meng-upgrade 7.689 kloset lama pada tahun 2015.

Menurut Wakil Direktur Kantor Administrasi Pariwisata Yesanpo Nasional Park di Propinsi Hebei, Li Shihong mengatakan bahwa Kantor Dinas sudah menganggarkan RMB 12.5 miliar (sekitar USD. 1.9 miliar) pada tahun ini untuk mendirikan bangunan-bangunan toilet baru maupun meng-upgrade yang lama.

Otoritas Yesanpo juga meluncurkan desain baru bangunan bertingkat dengan tingkat atas dipakai untuk  toilet dan bangunan bawah untuk ruang warnet, ruang café dengan WiFi gratis, ruang untuk mesin ATM tiket masuk lokasi wisata dan ruangan untuk mengisi daya listrik baterai peralatan elektronik.

Otoritas Beijing mencoba untuk beralih dari ekonomi yang berorientasikan ekspor ke ekonomi yang berbasis layanan konsumen, dan pariwisata merupakan salah satu bidang yang memiliki hubungan dengan itu.

Dinas Pariwisata Nasional Tiongkok melaporkan bahwa jumlah turis yang mengunjungi berbagai tempat wisata tahun lalu telah mengalami kenaikan sebesar 17 %, mencapai 112 juta orang per hari.

Direktur Dinas Parawisata Nasional Tiongkok Li Jinzao sebelumnya pernah mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi dalam pembangunan toilet umum itu adalah kebiasaan warga Tiongkok saat menggunakan toilet umum yang dapat digolongkan sebagai kurang beradab. Oleh karena itu biaya  persediaan dan pemeliharaannya menjadi lebih tinggi. Pihaknya akan terus menghimbau masyarakat agar lebih sopan, lebih beradab dalam menggunakan toilet umum. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan menggunakan stiker yang bertuliskan kata-kata yang mengingatkan seperti, “Anda Maju Selangkah Kecil saja sudah Mejadi Lompatan Besar dari Perilaku yang Beradab.”

Selain itu, perilaku kebiasaan sebagian warga Tiongkok yang membuang air kecil atau besar di  sembarangan tempat telah menciptakan preseden buruk bagi industri pariwisata baik di dalam maupun luar negeri. Ini juga sebagai “pekerjaan rumah” yang perlu dikerjakan otoritas. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular