Oleh CNA Yangon

Pemimpin Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Myanmar Aung San Suu Kyi yang sebelum diusulkan untuk menduduki kursi tertinggi dalam 4 kementerian, Pada Senin (4/4/2016) kemarin  telah diputuskan hanya menduduki jabatan Menteri Luar Negeri dan Kepala Kantor Kepresidenan setelah Presiden Htin Kyaw mengusulkan calon menteri untuk menangani kementerian pendidikan dan kementerian energy listrik Myanmar.

Presiden Htin Kyaw mengumumkan bahwa kedua nama calon kabinet baru telah disampaikan kepada Majelis untuk keperluan verifikasi. Mereka itu masing-masing adalah Myo Thein Gyi yang dicalonkan sebagai Menteri Pendidikan dan Pyae Myint Htun sebagai calon Menteri Energi Listrik.

Aung San Suu Kyi sebelumnya dikabarkan akan bertugas sebagai Menteri Luar Negeri, Kantor Kepresidenan, Menteri Pendidikan dan Menteri Energi Listrik.

Setelah memenangkan pemilu, Partai NLD terus mencari jalan guna  mengamandemen konstitusi agar Kantor Penasehat Negara dapat dibentuk dan Aung San Suu Kyi dapat didudukkan sebagai kepala institusi itu. Namun keberhasilannya hingga kini masih belum dapat ditentukan mengingat ¼ kursi Majelis diduduki oleh militer Myanmar selaku oposisi, karena menurut konstitusi Myanmar bahwa amandemen baru dapat disahkan bila memperoleh persetujuan lebih dari ¾ anggota Majelis.

Karena kedua putra Aung San Suu Kyi berwarganegara asing, maka ia terkena pembatasan konstitusi untuk memangku jabatan presiden. Namun, dengan kedua jabatan yang ia pegang sekarang, ia sudah bisa mengarahkan politik Myanmar ke mana akan dibawa. Bahkan jika otoritas tertinggi Komisi Pertahanan dan Keamanan Myanmar membuat setiap keputusan, ia juga termasuk salah satu anggotanya dan dapat ikut dalam mengambil keputusan yang penting.

Meskipun ¼ kursi di Majelis diduduki oleh anggota dari pihak militer, tapi Partai NLD yang memenangkan pemilu tahun lalu itu bisa memilih presiden dan kabinetnya selain 3 posisi menteri yang harus ditunjuk oleh pihak militer Myanmar. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular