Oleh: Ethan A. Huff

Statistik terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memperkirakan bahwa lebih dari 6,4 juta anak-anak berusia antara empat sampai 17 tahun di Amerika yang hidup saat ini telah didiagnosis dengan gangguan perilaku yang dikenal sebagai Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Dan di antara ini, kira-kira 2,7 juta mengonsumsi obat psikostimulan, yang meliputi obat yang kuat untuk mengubah pikiran seperti Ritalin (metilfenidat) dan Adderall (amfetamin dan dekstroamfetamin).

Obat ini khusus dijual sebagai jalan pintas untuk menenangkan aktivitas yang berlebihan dan perilaku impulsif pada anak-anak ketika mereka memfokuskan ketidakperhatiannya. Efek samping obat ini sering dipoles sebagai ngawur atau bahkan tidak ada. Tapi efek samping yang serius ini mencakup kehilangan nafsu makan, masalah tidur, perubahan suasana hati yang drastis, dan hilangnya kepribadian. Banyak orangtua telah melaporkan bahwa anak mereka yang tadinya kreatif dan ramah kini menjadi robot yang tunduk pada efek obat ADHD, dengan beberapa kasus timbul gerakan otot yang aneh, khususnya pada wajah, sampai kasus kegagalan neurologis lainnya.

Anak laki-laki mewakili mayoritas anak-anak yang didiagnosis ADHD, yang menunjukkan bahwa “gangguan” ini mungkin saja akibat kelebihan energi yang datang secara alami ketika seorang bocah laki-laki tumbuh berkembang menjadi seorang pemuda. Jadi apa yang harus dilakukan orangtua? Jika anak Anda menderita masalah perilaku yang Anda yakini melampaui kegembiraan dan rasa ingin tahu anak-anak normal, ada beberapa makanan sederhana dan perubahan gaya hidup yang dapat Anda terapkan untuk mengendalikan perilaku ini secara alami tanpa menggunakan obat.

1) Pantang mengkonsumsi gula murni, pewarna buatan, tepung olahan, dan pengawet kimia. Sebagian besar makanan ringan yang orangtua dan guru berikan kepada anak-anak untuk dimakan dari usia yang sangat muda sarat dengan aditif yang berkaitan dengan hiperaktivitas dan ketidakmampuan untuk fokus. Sirup jagung yang mengandung kadar fruktosa yang tinggi (HFCS), misalnya, yang ditemukan di hampir semua minuman bersoda, telah terbukti melonjakkan kadar gula darah dan mengubah metabolisme normal. Sebuah studi di Inggris juga menemukan bahwa pewarna buatan untuk makanan dan pestisida terkait dengan ADHD pada anak-anak.

“Masalah gizi dapat memainkan peran besar dalam ADHD,” tulis Daniel Burton dalam makalah untuk Pusat Herbal Ohlone. “Setelah genetika, diet merupakan faktor terpenting kedua. Kekurangan dan kelebihan gizi, serta kepekaan terhadap makanan dapat memberi dampak besar pada gejala ADHD. “

2) Ganti makanan siap saji yang mengandung kadar gula yang tinggi dengan makanan padat gizi yang mengandung protein yang lebih tinggi yang bermanfaat untuk kesehatan. Anak-anak dengan gejala ADHD yang khas sering mendapatkan nutrisi yang sangat kurang tepat, yang artinya adalah penting untuk pertama-tama merubah diet mereka sebelum mengambil langkah drastis lainnya. Menurut Burton, diet yang mengandung karbohidrat dan glukosa yang tinggi, yang dikonsumsi oleh banyak anak-anak Amerika saat ini, secara langsung bertanggungjawab atas epidemi ADHD kita saksikan saat ini.

Daripada memberi anak Anda makan makanan ringan olahan yang berminyak sepanjang hari, lebih baik ajari mereka untuk makan makanan seperti almond mentah dan mentega almond, serta buah dan sayuran organik yang segar. Daging yang berasal dari hewan yang diberi makan rumput organik mengandung asam lemak omega-3 yang tinggi, yang secara langsung memberi makan otak dan menyeimbangkan fungsi neurologis, sementara kacang-kacangan dan biji-bijian menyediakan dukungan energi dan nutrisi abadi. Dan kalau mereka tidak mau memakannya, ajari mereka untuk makan sayuran hijau seperti kangkung, bayam, dan brokoli, karena ini semua bermanfaat untuk tubuh karena mengandung asam amino, vitamin, mineral, dan nutrisi lain yang secara langsung memerangi masalah perilaku.

Pastikan untuk membaca bagian makalah Burton berjudul “Gizi,” karena menjelaskan lebih lengkap bagaimana kekurangan protein kompleks, asam amino, asam lemak esensial, mineral, dan vitamin semua memainkan peran dalam ADHD:

Faktor lain yang terlibat dalam ADHD adalah alergi makanan. Varietas gandum hibridisasi modern; organisme hasil rekayasa genetik (GMO); laktosa dan kasein dalam produk susu olahan; aditif makanan yang mengandung lemak; dan bahan kedelai semua mengintai seluruh pasokan makanan, seringkali di makanan yang anda tidak ketahui. Lakukan uji alergi makanan pada anak anda, dan secara aktif hindari makanan yang memberi hasil tes positif, adalah penting dalam mengawasi ADHD.

3) Singkirkan video dan permainan komputer dan habiskan waktu dengan anak-anak Anda di luar ruangan. Setelah Anda mengenali potensi pemicu dari sudut gizi dan lingkungan, langkah selanjutnya yang menjanjikan dalam memerangi ADHD adalah mendorong anak Anda untuk lebih terlibat dalam kegiatan fisik. Sekarang ini terlalu banyak anak-anak yang dibiarkan untuk menjadi “mayat hidup” di depan televisi atau di depan layar komputer selama berjam-jam, yang dikaitkan dengan sejumlah studi untuk masalah perilaku.

Ajarkan anak Anda untuk menikmati kegiatan fisik seperti bermain di luar ruangan dan mengendarai sepeda mereka, dan membesarkan mereka dalam lingkungan di mana mereka dapat menghabiskan banyak waktu yang berkualitas dengan teman-teman mereka, saudara kandung, dan anggota keluarga lainnya dalam cara yang menarik.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: KELUARGA

Video Popular