Arkeolog Inggris telah memecahkan misteri atas beberapa potongan anyaman kawat tembaga campuran kuno yang digali di sebuah biara abad pertengahan.

Ditemukan pada tahun 2014 di Rufford Abbey, Nottinghamshire, kawat tembaga yang dikepang panjang, berubah menjadi bagian dari cambuk (cemeti) yang digunakan oleh para biarawan untuk menyalahkan diri sendiri.

Menurut dewan wilayah Nottinghamshire, makna sebenarnya dari kawat abad ke-14 tersebut disadari setelah membandingkannya dengan cemeti logam serupa yang ditemukan di biara Inggris lainnya.

“Ini adalah penemuan menarik yang membantu kita untuk membangun gambaran tentang kehidupan apa yang bisa seperti kehidupan para biarawan yang tinggal di biara selama hari-hari gelap saat bencana Black Death dan sesudahnya,” kata konselor John Knight, ketua panitia untuk budaya, dalam sebuah pernyataan.

Bencana Black Death melanda negara antara tahun 1348 – 1350, menyebabkan jatuhnya Rufford Abbey yang kehilangan banyak pendapatan dari industri wol. Karena situasi keuangan yang mengerikan ini, raja-raja mengampuni Abbey dari pembayaran pajak selama waktu itu.

Cambuk tersebut adalah salah satu dari empat yang ditemukan di negara itu. Ia digunakan dalam periode tersebut oleh para biarawan Cistercian dalam upaya untuk menangkal Black Death, atau sebagai tindakan penebusan dosa untuk menanggung dosa penduduk untuk ditimpakan pada dirinya.

Para biarawan itu hidup dalam penghematan, mereka bangun pada 4:30 untuk mengambil bagian dalam pelayanan gereja dan kemudian menjadi tenaga buruh di ladang selama berjam-jam.

Meskipun menggunakan cambuk untuk mendera diri sendiri, catatan sejarah mengungkapkan bahwa beberapa biarawan Rufford menyimpang dari sumpah biara. Mereka termasuk Bruder William, ditangkap karena pembunuhan pada saudara Robert tahun 1280, dan dua biarawan yang didakwa melakukan perampokan senilai £ 200 ($ 285) terhadap Thomas De Holme.

Menurut Glyn Coppack, spesialis abad pertengahan, cambuk tembaga biara sangat jarang.

“Ini adalah temuan yang luar biasa,” katanya. (ran)

Share

Video Popular