Oleh : Jeff

Seberapa jauh pemahaman anda terhadap Bumi yang anda tempati ini? Selain ada kehidupan di permukaannya, apakah di wilayah gelap lainnya juga ada kehidupan?

Misalnya Inti Bumi. Dari perhitungan tertentu Bumi sekarang diperkirakan memiliki massa sekitar 60 triliun ton. Jika beberapa bagian dari internal bumi itu padat, massanya mungkin lebih dari ini. Teori Bumi berongga pertama kali dicetuskan oleh astronom Inggris Edmond Halley (penemu komet Halley) pada 1962.

Menurut Halley, bumi itu tidak padat sebagaimana dugaan orang-orang pada umumnya, tapi terdiri dari empat bola konsentris. Sebenarnya di ruang berongga diantara masing-masing bola tersebut merupakan sebuah lingkungan yang mirip dengan Bumi kita, di sana tanaman tumbuh subur, dan iklimnya juga sesuai dan layak dihuni manusia. Di permukaan bumi, ada beberapa saluran misterius yang menghubungkan dunia inti Bumi, apabila bisa menemukan saluran-saluran ini, kita bisa masuk ke dalam dunia inti Bumi yang misterius itu.

Keterangan gambar: Bumi berongga (Internet)
Keterangan gambar: Bumi berongga (Internet)

Koridor Agartha

Dalam buku India kuno pernah tercatat, bahwa di dalam perut bumi terdapat sebuah koridor bawah tanah “Agartha.” Artinya “dunia bawah tanah” dalam bahasa Sansekerta. Menurut legenda ada banyak goa-goa di bawah tanah, terowongan dan tikungan berliku-liku saling memotong membentuk jaringan koridor bawah tanah, di bawah tanah terkubur rahasia peradaban kuno dan harta yang tak berujung. Menurut pengamatan ekspedisi dan catatan dokumentasi, koridor Agartha kemungkinan besar adalah sebuah koridor bawah tanah yang melintasi dasar Atlantik dan menghubungkan Eropa, Asia, Amerika, Afrika dan benua lainnya, selama bertahun-tahun, ia telah menarik banyak ilmuwan dan penjelajah untuk melakukan ekspedisi.

Pada Maret 1942 silam, pasangan David dipanggil ke Gedung Putih untuk melaporkan hasil pengalaman tim ekspedisi kepada Presiden Roosevelt. Menurut beberapa ingatan David bahwa ketika mereka melintasi hutan lebat setempat, bertemu dengan suku Indian berkulit putih kebiru-biruan penjaga bawah tanah pintu masuk koridor, dan menemukan petunjuk ke pintu rahasia. Orang-orang Indian itu segera mengepung tim ekspedisi dalam hutan lebat tersebut, dan dengan isyarat serius menyuruh tim ekspedisi segera pergi.

Indian berbicara dengan mereka, dan baru mengetahui bahwa mereka adalah keturunan Suku Maya. Mereka adalah salah satu bagian dari suku Indian, yang disebut suku Lacandon. Masyarakat Lacandon tinggal di dalam hutan lebat, selama beberapa generasi mereka menjaga tempat suci di kedalaman hutan lebat itu, dan di sanalah pintu masuk ke koridor bawah tanah. Mereka tidak mengizinkan siapa pun untuk memasuki area terlarang tersebut. Meskipun David dan isterinya mengklaim tim ekspedisi mereka menemukan pintu masuk koroidor bawah tanah, namun, mereka tidak bisa memasuki terowongan bawah tanah yang dijaga orang Lacandon..

Koridor panjang di bawah tanah pegunungan Andes

Pada Juli 1960 silam, tim ekspedisi Peru pernah menemukan sebuah koridor bawah tanah di pegunungan Andes 600 km sebelah timur Lima, Peru. Panjang koridor bawah tanah tersebut sekitar 1.000 km, yang menembus ke Chili dan Kolombia. Demi melindungi bekas peradaban kuno itu, dan dengan pertimbangan tingkat teknologi saat ini yang belum mampu melakukan eksploitasi, pemerintah Peru lalu kembali menutup pintu masuk ke terowongan bawah tanah tersebut dan dijaga ketat. Dan oleh UNESCO, tempat itu dijadikan sebagai Situs Warisan Dunia.

Manusia misterius di kawah gunung berapi Shasta

Pada April 1972, tiga mahasiswa dari Berkeley University, AS, mendaki puncak Gunung Shasta yang tingginya 4.318 meter. Itu adalah gunung berapi yang telah bertahun-tahun mati, tiga mahasiswa melihat dari dekat, ada beberapa benda berbentuk piring terbang masuk dan keluar dari kawah gunung berapi. Hal lebih mengejutkan adalah mereka juga melihat lima “orang berkulit putih tinggi” muncul di kawah. “Orang-orang berkulit putih tinggi” itu diam sesaat di kawah, lalu dalam waktu yang sangat singkat, mereka kemudian menghilang di balik batu di kawah tersebut.

Kota di dalam goa Myanmar

Semasa Perang Dunia II, Heber, seorang tentara Angkatan Darat AS terpisah dengan rekannya dalam pertempuran dengan Jepang saat invasi ke Myanmar, dan ditinggalkan dalam hutan di Burma (Myanmar). Suatu hari, tanpa sengaja ia menemukan sebuah goa yang dihalangi oleh batu raksasa. Heber mengambil risiko masuk ke dalam goa. Di luar dugaan, di dalam goa yang terangnya bak siang hari yang disinari oleh cahaya buatan itu, ia melihat sesuatu yang seolah-olah adalah sebuah kota bawah tanah yang besar. Heber yang tengah terpaku saat itu tiba-tiba ditangkap, dan disekap selama empat tahun. Belakangan ia mencari kesempatan untuk melarikan diri. Menurut dia, terowongan yang mengarah ke kerajaan bawah tanah ini ada tujuh. Ada pintu masuk rahasia yang masing-masing tersebar di beberapa bagian lain di dunia.

Koridor bawah tanah di Guatemala

Ketika Antonie Verglas asal Spanyol melakukan survei di Guatemala, ia menemukan koridor bawah tanah dengan panjang 50 km. Koridor panjang ini memiliki lengkungan tajam, dan dari bawah tanah ini bisa menembus ke Meksiko. Sementara itu, tim ekspedisi dari Inggris juga menemukan sebuah koridor bawah tanah di pegunungan Madre, Meksiko, yang menuju ke Guatemala. Setiap fajar, akan terdengar suara pukulan drum yang bergema dari koridor bawah tanah.

Keterangan gambar: Koridor bawah tanah di Guatemala. (Internet)
Keterangan gambar: Koridor bawah tanah di Guatemala. (Internet)
Keterangan gambar: Koridor bawah tanah di Guatemala. (internet)
Keterangan gambar: Koridor bawah tanah di Guatemala. (internet)

Lubang tak berujung di Namibia

Pada 1992, Asosiasi Goa Afrika Selatan dan komunitas peneliti goa Swiss menemukan sebuah lubang tak berujung yang misterius di Namibia, Afrika. Lubang tersebut berada di bawah kaki gunung di semak rimbun gurun pasir Utara Namibia. Lubang atau gua yang gelap gulita dengan kedalaman tak berujung. Setelah kurang lebih 120 meter masuk ke dalam lubang yang dalam itu, mereka baru tiba di permukaan air. Di sini airnya meluap dan jernih. Tak lama setelah itu, tim ekspedisi kembali menyelam ke kedalaman hampir 100 meter di bawah air, tapi tidak mencapai dasarnya. Karena tekanan terlalu kuat, sehingga terpaksa naik lagi ke permukaan. Seberapa dalam lubang itu sebenarnya, apakah mungkin itu adalah ujung dari sebuah lubang di bawah Bumi, dan ini masih menjadi misteri hingga detik ini. (Secretchina/joni/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular