Oleh CNA Dubai

Media semi resmi Iran ‘Mehr’ mengutip laporan Menteri Perminyakan Bijan Zanganeh memberitakan bahwa Iran akan terus menambah jumlah produksi minyak dan mengekspornya sampai posisi negara itu di pasar internasional sebelum diberlakukan sanksi tercapai.

Bijan Zanganeh membuat pernyataan tersebut dalam perbincangan di akhir pekan lalu. Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan negara-negara penghasil minyak OPEC akan menggelar pertemuan di Doha pada 17 April 2016 mendatang untuk membahas apakah perlu membekukan produksi minyak untuk mendukung normalisasi harga. Ucapan Menteri Bijan Zanganeh ini membuat lebih banyak orang mempertanyakan apakah pembahasan nanti akan mencapai kesepakatan.

Media Bloomberg mmengutip ucapan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman Al Saud pada 1 April lalu mengatakan, bila Iran dan beberapa negara penghasil minyak membekukan produksi, Riyadh baru akan setuju untuk melakukan hal yang sama. Sejak 2014, harga minyak mentah dunia terus mengalami penurunan bahkan anjloknya sudah mencapai lebih dari 70 %.

Tetapi media ‘Mehr’ mengutip Menteri Bijan Zanganeh melaporkan bahwa Arab Saudi, Rusia dan beberapa negara penghasil minyak baik anggota maupun bukan anggota OPEC telah bersepakat untuk membekukan produksi pada tingkat di bulan Januari.

“Itu memiliki pendekatan arti yang positif,” katanya. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular