Oleh CNA Washington

Lembaga penelitian AS dalam laporannya yang dirilis mengungkapkan bahwa melalui citra satelit para peneliti baru-baru ini menemukan adanya lonjakan aktivitas di pangkalan nuklir Yongbyon, Korea Utara. Peneliti berpendapat bahwa mungkin pihak Korut sedang mengolah plutonium, salah satu  bahan untuk bom atom.

Situs khusus yang melakukan analisis terhadap dinamika politik Korut ’38 North’ melaporkan bahwa selama 5 minggu terakhir pembangkit listrik untuk laboratorium radiokimia Yongbyon telah terdeteksi ada 2 atau 3 kali menyemburkan api. Laboratorium yang berlokasi di dalam pangkalan nuklir ini diketahui memiliki fasilitas untuk mengolah plutonium.

Menurut laporan ’38 North,’ semburan api jarang bisa terlihat di sana. Selama musim dingin lalu, tidak satu pun semburan terdeteksi. Semburan menyiratkan adanya kegiatan seperti pemanasan fasilitas yang mengacu pada beberapa kegiatan penting yang sedang berjalan atau akan dimulainya proses pengolahan dalam waktu dekat.

Apakah kegiatan di pangkalan nuklir Korut itu mencerminkan sudah berlangsungnya pengolahan ulang plutonium?  ’38 North’ tidak berani memastikan.

James Clapper, Direktur Dinas Intelijen AS dalam dengar pendapat dengan anggota Kongres AS pada 9 Februari lalu pernah mengatakan bahwa Korea Utara mungkin pada beberapa pekan sampai bulan ke depan akan kembali mengaktifkan fasilitas mereka di Yongbyon untuk melakukan pengolahan plutonium.

Presiden Obama beserta Presiden Korea Selatan Park Geun-hye, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dalam KTT Keamanan Nuklir Keempat pekan lalu telah berjanji untuk memperluas tekanan terhadap rezim Pyongyang agar menghentikan uji coba senjata nuklir dan peluncuran rudal. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular