JAKARTA – Presiden Joko Widodo pada Selasa (5/4/2016), di Kabupaten Pulau Morotai (Provinsi Maluku Utara), Widodo didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),  Sudirman Said, meresmikan delapan proyek infrastruktur berbasis energi terbarukan di wilayah Indonesia timur.

Proyek-proyek tersebut bagian dari Program Indonesia Terang (PIT) sebagai wujud komitmen pemerintah dalam merealisasikan Program 35.000 Megawatt yang 25% di antaranya bersumber dari energi baru dan terbarukan (EBT).

Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba menyampaikan kepada Presiden bahwa PIT sudah mulai dapat dirasakan manfaatnya di Maluku Utara. Dirinya juga mengharapkan di tahun 2019 Indonesia akan semakin terang.

Dalam laporannya, Menteri Sudirman menjelaskan kapasitas total proyek  pembangkit listrik yang akan diresmikan kecil, namun sangat berarti bagi masyarakat di wilayah timur Indonesia. “Memang kapasitas kecil, 1,29 MW, namun maknanya jauh lebih besar dibandingkan kapasitas 1.000 MW di Jawa”, ujar Sudirman.

Menurut Sudirman, diresmikannya delapan proyek infrastruktur ketenalistrikan berbasis energi terbarukan ini oleh Presiden Jokowi menjadi hari yang bersejarah bagi wilayah Indonesia Timur dan, tentunya, bagi Kementerian ESDM. Tujuannya adalah untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah pinggiran dan pulau terdepan serta desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dibangun di empat provinsi wilayah Indonesia Timur —Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dengan total kapasitas 1.295 kilowatt (kW), delapan proyek yang telah selesai dibangun dan diresmikan ini akan mengaliri 216 unit rumah dan fasilitas umum.

Selain itu, keluarannya, terkoneksi langsung ke jaringan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang telah ada (existing). Menurut Menteri Sudirman, investasi seluruhnya mencapai Rp 61 miliar dengan proyeksi total kontribusi terhadap pengurangan emisi CO2 tidak kurang dari  2 juta ton per tahun.

“Keseluruhan infrastruktur tersebut memiliki kapasitas total 1.295 kW dan diproyeksikan mampu melistriki sekurang-kurangnya 8.500 unit rumah di 8 desa yang tersebar di 4 provinsi kawasan Indonesia Timur, jelas Menteri Sudirman.

Total pembangkit yang diresmikan pada kesempatan ini, imbuh Menteri Sudirman, akan berdampak pada penghematan biaya penggunaan bahan bakar solar sekitar Rp2,9 miliar per tahun. Sebesar Rp2,6 miliar di antaranya berasal dari PLTS hibrid yang tersambung langsung dengan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel.

Presiden RI, dalam arahannya menyampaikan bahwa dirinya senang di Morotai dan Wilayah Timur Indonesia lainnya dibangun PLTS. Namun Presiden juga mengingatkan pentingnya pemeliharaan dan perawatan PLTS tersebut.

“Saya senang di sini dibangun PLTS. Meskipun kecil tapi bermanfaat. Saya ingatkan pemeliharaan itu penting. Kita pintar bangun tetapi tidak bisa merawat. Saya dengar di sini ada yang mangkrak. Jangan hanya bangun, bangun, tetapi merawatnya tidak bisa. Yang mangkrak harus segera dibenahi dan diperbaiki,” tutup Presiden. (asr)

Share

Video Popular