Oleh Ma Li

Jumlah wisatawan Tiongkok selama 5 tahun terakhir telah meningkat menjadi 120 juta orang. Angka ini merupakan 10 % dari jumlah total wisatawan dunia. Arus wisata tersebut tampaknya mengalir semakin deras deras meskipun Tiongkok sedang menghadapi pertumbuhan ekonomi yang melamban.

Laporan Suara Amerika (VoA) menyebutkan, karena infrastruktur yang dibangun sudah lebih baik dari waktu sebelumnya, adanya penambahan bandara baru selain juga pemberian kemudahan seperti dalam mengurus visa, layanan bahasa, telah memberikan keuntungan juga menarik lebih banyak minat wisatawan Tiongkok untuk berkunjung.

Analis dari China Market Research Group, James Roy menjelaskan bahwa destinasi wisatawan Tiongkok sekarang sudah lebih beragam daripada waktu lalu.

“Wisatawan Tiongkok sebelumnya bersedia mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli sebuah arloji mahal atau tas bermerek pada saat mereka berwisata sambil untuk berpamer. Tetapi sekarang wisatawan Tiongkok lebih memilih untuk membagi selera kunjungan mereka yang eksotis kepada teman-teman di media sosial,” jelas Roy.

Di satu sisi adalah karena peningkatan yang substansial dari jumlah wisatawan, tetapi di sisi lain juga karena para pejabat Tiongkok dihadapkan pada pertumbuhan ekonomi domestik yang melamban dan membuat mereka babak belur. Angka ekspor Tiongkok Februari tahun ini menurun sebanyak 20 %, menyebabkan otoritas takut akan meningkatnya jumlah pengangguran. Namun, laju pertumbuhan warga Tiongkok untuk berwisata ke luar negeri sama sekali tidak berkurang. Sebaliknya, stagnasi ekonomi domestik malahan memberikan dorongan kepada warga Tiongkok untuk berinvestasi atau mencari rezeki di negeri orang.

Direktur China Outbound Tourism Research Institute (COTRI) di Hamburg, Jerman, Prof. Dr. Wolfgang Georg Arlt mengatakan, dengan bertambahnya jumlah investasi warga Tiongkok di luar negeri, maka warga yang bepergian ke luar negeri untuk menyelesaikan tugas-tugas yang berkaitan dengan investasi mereka tentu akan ikut meningkat.

“Pertama, kunjungan itu tidak semata-mata untuk berlibur. Karena jumlah investasi meningkat, frekuensi untuk tugas penelitian dan pengembangan juga hubungan perdagangan di luar negeri tentu akan meningkat. Ini adalah alasan utama,” kata Wolfgang.

Direktur agen pemasaran Mark Tanner mengatakan bahwa warga Tiongkok selain suka mengunjungi lokasi wisata di dalam negeri, mereka juga ingin menambah pengalaman baru dari tempat-tempat lain di seluruh dunia.

“Mereka sekarang mau pergi ke tempat yang lebih jauh dan semakin berani mengambil resiko. Mungkin bosan, kehilangan minat dengan lokasi wisata dalam negeri adalah alasannya sehingga  mencari rangsangan lain di luar,” ujar Mark.

Dewan Pariwisata dan Perjalanan Dunia (WTTC) melaporkan bahwa  Jumlah wisatawan Tiongkok pada 2015 telah naik 53 % dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah konsumsi mereka di luar negeri tahun lalu mencapai USD. 215 miliar. Beberapa negara juga ikut mencicipi manfaat dari konsumsi wisatawan Tiongkok, seperti Islandia pada 2015 telah menerima kenaikan jumlah wisatawan dari Tiongkok sebesar 19.4 %, Jepang naik 37 %. Pertumbuhan jumlah wisatawan Tiongkok telah membawa pengaruh kemakmuran ekonomi pariwisata dan menciptakan 7.2 juta kesempatan kerja di seluruh dunia. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular