JAKARTA – Ribuan nama-nama orang yang dipublikasikan dalam skandal Panama Papers diperkirakan terlibat dalam skandal keuangan. Tak hanya nama-nama orang dari luar negeri, ribuan-ribuan nama dari Indonesia juga ikut dibeberkan terlibat dalam kasus ini. Namun sikap pemerintah dinilai justru mengalihkan isu ini kepada RUU Tax Amnesty.

Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mengatakan logika pemerintahan Jokowi “jumping” atau loncat terlalu jauh dalam merespons Panama Papers. Uchok menilai, mestinya persoalan  Paper Panama ini, dibongkar dan ditindaklanjuti secara hukum oleh KPK, PPATK, Dirjen Pajak, Kejaksaan dan Polri.

Menurut Uchok, kasus Panama Paper ini ada dugaan money laundrey, pengemplangan pajak, dan penghianatan terhadap NKRI. Dia menambahkan, presiden Jokowi dinilai aneh, semestinya mengintruksikan kepada aparat hukum untuk bekerja untuk bergerak cepat agar merespos data paper panama, tapi malahan mendorong dengan memelintir isu paper panama ke persoalan RUU Tax amnesty.

“Ingat, di Islandia, Perdana Menterinya mundur gara-gara Panama Papers ini, tapi di Indonesia Presidennya kok malah santai-santai saja. Bahkan ada nama Menteri Rini Soemarno masuk data itu,  Presiden diam saja. Ini kan Presiden tidak sensitif terhadap persoalan isu ini,” ujarnya dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (7/4/2016).

Untuk itu, CBA curiga ada agenda terselebung dalam pengajuan RUU Tax amnesty. Karena begitu semangat mendorong RUU ini. Dan CBA juga menilai, makna kerja Presiden itu hanya membangun infrastruktur saja. Padahal, kerja di bidang hukum juga harus dipikirkan, dan ditindaklanjuti.

Bocoran nama Panama Papers yang membeberkan data Firma Hukum Mossack Ponsesca di Panama ini dibeberkan oleh konsorsium jurnalis investigasi dunia yang tergabung dalam International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ), Senin (4/4/2016) di seluruh  dunia.

Nama-nama yang dibeberkan sejumlah orang terkenal mulai pejabat pemerintah, selebriti, pengusaha dan bintang olahraga termasuk dari Indonesia. Mereka diduga terlibat skandal keuangan dengan maksud mengamankan harta kekayaan mereka dari jeratan pajak. (asr)

Share

Video Popular