Oleh: David Samadi

Kolesterol adalah zat mirip lemak lilin di dalam sel tubuh. Tubuh kita menghasilkan kolesterol supaya zat lain seperti vitamin D, hormon, atau zat lainnya membantu proses pencernaan makanan.

Kolesterol juga ditemukan dalam makanan, seperti produk unggas, daging, dan susu. Ketika kita makan makanan yang mengandung kadar lemak jenuh dan lemak-trans yang tinggi, hati menghasilkan lebih banyak kolesterol. Lemak-trans adalah lemak yang molekulnya tersusun atas rangkaian atom-atom karbon (C) yang mengandung satu atau lebih ikatan ganda dan memiliki struktur trans (dua cabang molekul yang berseberangan dengan rangkaian utama molekul). Ketika tubuh kita memproduksi terlalu banyak kolesterol, terjadi penumpukan lemak pada dinding arteri dan membentuk struktur yang keras yang disebut plaque (plak), yang dapat menyebabkan gumpalan darah, stroke, atau serangan jantung.

Meskipun penting untuk berkonsultasi dengan dokter Anda guna mendapat saran untuk menurunkan dan mengelola kadar kolesterol, adalah pentin mengetahui baik buruknya kolesterol untuk Anda. Dan artikel ini untuk meluruskan mitos yang salah mengenai kolesterol.

Berikut adalah beberapa mitos umum tentang kolesterol.

Kolesterol itu buruk. Kolesterol diperlukan untuk fungsi tubuh, seperti stabilitas membran sel dan produksi hormon. Bila terlalu banyak kolesterol beredar dalam darah dan menumpuk di arteri, akan mengakibatkan aterosklerosis, atau pengerasan arteri. Jika arteri tersumbat, serangan jantung atau stroke dapat terjadi.

Kadar kolesterol yang tinggi disebabkan oleh apa yang Anda makan. Ini tidak benar. Faktor terbesar untuk kolesterol bukanlah apa yang Anda makan tetapi faktor genetik atau keturunan. Hati dirancang untuk membuang kelebihan kolesterol dari tubuh, tetapi faktor genetik sangat berperan menentukan kemampuan hati untuk mengatur kadar kolesterol mencapai kadar yang menyehatkan badan.

Semua orang harus memiliki kadar kolesterol yang sama. Tidak ada angka ajaib untuk semua orang. Kadar kolesterol Anda sebenarnya tergantung pada riwayat kesehatan dan faktor risiko lainnya.

Orang yang memiliki faktor risiko seperti merokok, diabetes, atau tekanan darah tinggi, harus bertekad untuk memiliki kadar LDL (lipoprotein densitas rendah, atau “kolesterol jahat”) di bawah 160 mg /dL untuk satu faktor risiko, dan di bawah 130 mg /dL untuk dua atau faktor risiko lebih. Jika Anda sudah menderita penyakit jantung atau diabetes, maka Anda harus bertekad untuk memiliki kadar LDL di bawah 100 mg /dL.

Anak-anak tidak akan memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Anak-anak yang menderita kerusakan pada hati dapat memiliki kadar kolesterol yang tinggi karena hati tidak dapat membuang kelebihan kolesterol dari tubuh. Anak-anak dapat menurunkan kadar kolesterolnya melalui berolahraga dan makan banyak buah-buahan dan sayuran serta makan makanan yang rendah kadar lemak jenuhnya.

Lebih baik kontrol kadar kolesterol melalui diet daripada obat. Bagi mereka dengan kadar kolesterol yang cukup tinggi atau riwayat aterosklerosis, obat-obatan seperti statin mungkin diperlukan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol ke kadar yang menyehatkan tubuh. Statin juga membantu mengurangi peradangan dan risiko serangan jantung.

Lebih baik makan margarin daripada mentega. Margarin dibuat dari minyak sayuran, sehingga tidak mengandung kolesterol, sedangkan mentega dibuat dari produk susu. Namun, margarin mengandung asam lemak trans yang tinggi, yang dapat meningkatkan kadar LDL dan menurunkan kadar HDL (lipoprotein densitas-tinggi, atau “kolesterol baik”), sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. (Epochtimes/Vivi/Yant)

dr David Samadi adalah ketua departemen urologi dan kepala bagian bedah robotik di Rumah Sakit Lenox Hill, Amerika Serikat.

Share
Tag: Kategori: Headline KESEHATAN

Video Popular