Menurut analisis media asing, bahwa seiring dengan sistem pembayaran elektronik yang terus berkembang akhir-akhir ini, beberapa posisi tertentu dalam tugas perbankan akan segera dihilangkan. Diperkirakan dalam satu dekade mendatang, sebesar 30% dari pekerjaan perbankan akan menjadi sejarah.

Melansir laman CNN, Selasa, 5 April 2016, seiring dengan gelombang elektronik yang inovatif, orang-orang bisa “telekontrol” rekeningnya masing-tidak tanpa harus ke bank, misalnya deposit melalui smartphone atau transfer ke teman atau relasi melalui Venmo dan sebagainya.

Pola manajemen keuangan yang cepat dan praktis ini membuat konsumen merasa puas dan nyaman. Namun, bagi karyawan bank, mereka akan menghadapi ancaman pengangguran. Menurut sebuah laporan terbaru Citigroup, bahwa seiring dengan penguatan otomatisasi perbankan, antara kurun tahun 2015 – 2025, diperkirakan sekitar 30% dari pekerjaan perbankan akan hilang, dan mempercepat gelombang PHK.

“Teknologi Keuangan telah mendorong sektor perbankan ke tepi jurang.” Demikian laporan Citigroup. Era “Uber” dalam sektor perbankan telah tiba, demikian dikiaskan Antony Jenkins, mantan CEO Barclays BCS.

Saat ini, revolusi ponsel pintar telah mengubah lingkungan e-commerce. Misalnya pembayaran platform seperti Paypal, Apple Pay dan Pay and Square ini, telah mengubah kebiasaan transaksi orang-orang. Selain pembayaran yang praktis dan sederhana, konsultan robotika yang canggih seperti Wealthfront bisa secara otomatis mengelola uang.

Selain mangkuk nasi (pekerjaan) para teller yang sulit dipertahankan, pekerjaan dengan imbalan gaji yang tinggi di Wall Street juga tidak aman. Misalnya platform baru seperti Kensho bisa membuat laporan analisis yang professional hanya dalam hitungan menit, sementara para analis Wall Street yang berpenghasilan tinggi itu biasanya membutuhkan waktu beberapa jam baru bisa membuat laporan sejenis.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, banyak perusahaan menanamkan investasinya di bidang pengembangan teknologi keuangan yang terus berkembang, dari US$ 1,8 miliar pada 2010 melonjak hingga US$ 19 miliar tahun lalu. Lebih dari 70% dari investasi tersebut untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para pelanggan.

“Persaingan Silicon Valley (Perbankan) akan segera tiba, ratusan perusahaan start-up menginvestasikan banyak tenaga kerja dan sumber daya keuangan dalam pengembangan teknis dan teknologi terkait sebagai pengganti pekerjaan bank tradisional, kata Jamie Dimon, CEO JP Morgan Chase dalam laporan tahunannya 2015 lalu.

Sejauh ini, posisi bank tradisional masih belum terguncang. Tapi Citibank percaya bahwa seiring dengan terus menurunnya lingkungan bisnis perbankan tradisional dan meningkatnya kekuatan transformasi atas teknologi baru, situasi seperti ini akan segera berubah. Sebagai contoh di Tiongkok sekarang, telah terjadi preseden raksasa internet menggantikan posisi bank dalam keadaan tertentu.

Analisis CNN menyebutkan, sampai pada tahun 2023 nanti, sekitar 17% dari laba perbankan ritel di Amerika Utara akan terkena dampak teknologi elektronik. Dan Bank hanya terpaksa harus mengulangi kebijakan yang sama dari krisis keuangan tahun 2008 lalu yakni PHK besar-besaran. (Jhon/asr)

Share

Video Popular